Bawa Celurit, 7 Anak Hendak Tawuran Dikeroyok Warga

Polisi Mengelar Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ) Di Wilayan Tangerang @Humas Polrestro Tangerang - Bawa Celurit, 7 Anak Hendak Tawuran Dikeroyok Warga
Polisi Mengelar Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ) Di Wilayan Tangerang @Humas Polrestro Tangerang

Reporter: Cnc | Editor: Tama

TitikKata.com - Aksi para remaja pelaku tindak kekerasan di wilayah Tangerang, semakin tak teebendung. Mereka berusaha agar tetap eksis dengan tindak kekerasan yang diperbuat. Kali ini, tujuh anak remaja yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam) diringkus Polisi. Para remaja tersebut, diduga kuat akan melakukan tindakan kriminal.

Kapolres Metro Tangerang, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, mengungkapkan tujuh anak remaja tersebut, diamankan dari dua lokasi berbeda di kawasan Polsek Neglasari dan Polsek Cipondoh, Polrestro Tangerang kota. 

"Para pelaku diamankan Minggu dini hari (11/12/2022) pertama dilakukan oleh Kepolisian sektor Neglasari, di jalan Selapajang, Neglasari, polisi mengamankan tiga anak remaja yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam) jenis celurit saat dilaksanakan operasi kejahatan jalanan (OKJ) dalam rangka cipta kondisi Kamtibmas oleh jajaran kepolisian," terang Kapolres Metro Tangerang, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Minggu (11/12/2022).

Zain menerangkan anak remaja yang diamankan itu, berasal dari Kabupaten Tangerang, yang berencana akan melakukan tawuran di wilayah Teluknaga. Ketiganya berinisial AC (16th), M (16th) dan MR (17thw).

Kapores menyebut, tiga anak remaja diamankan saat melintas di jalan selapajang perbatasan Kota - Kabupaten Tangerang, disaat bersamaan personil patroli mobile Polsek Neglasari melihat anak remaja itu berboncengan tiga orang dengan satu motor.

"Saat dilakukan pemeriksaan remaja yang dibonceng ditengah atas nama AC (16th) didapati sebilah celurit yang diselipkan dibalik baju," terang dia.

Ketiganya mengaku senjata tajam tersebut akan digunakan untuk tawuran di wilayah Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Mereka kini masih dimintai keterangan lebih dalam di Mapolsek Neglasari, dengan melibatkan orang tua, unit PPA dan PPTP2A.

Tidak hanya di jalan Selapajang, Polisi juga mengamankan empat anak berinisial FAS (16), EPM (14), AM (15) dan S (15), yang sebelumnya telah diamankan warga karena kedapatan membawa senjata tajam (sajam) dan diduga hendak melakukan tawuran di jalan Irigasi Kali Bawah, Kelurahan Kenanga, Cipondoh, Kota Tangerang. Minggu (11/12/2022) dini hari tadi.

Bahkan, sejumlah warga yang kesal dan resah terhadap kelakuan remaja tanggung ini menangkap, kemudian menghadiahi bogem mentah kepada keempatnya.

Kepolisian Sektor (Polsek) Cipondoh yang menerima laporan adanya empat remaja di amankan warga berikut barang bukti sajam. Bereaksi cepat langsung mendatangi lokasi. Alhasil, keempat remaja tersebut berhasil diselamatkan anggota polisi dari amukan massa.

Peristiwa tersebut dibenarkan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (11/12/2022).

"Benar, pada Minggu (11/12) sekira jam 01.00 WIB, telah diamankan empat remaja masih berstatus pelajar di kampung kali bawah (kalba) Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh oleh warga masyarakat, Wilayah hukum Polsek Cipondoh," ujar Zain.

Kapolres menambahkan, Keempat remaja berusia belasan itu diduga akan melakukan aksi tawuran di Jalan irigasi sipon, Cipondoh dengan barang bukti sebilah benda tajam menyerupai celurit berukuran panjang.

"Selanjutnya anak - anak tersebut berikut barang bukti diamankan ke Polsek Cipondoh guna proses hukum lebih lanjut," katanya.

Terkait luka - luka yang dialami oleh ketiga remaja diantaranya FAS, AM dan EPM luka di kepala dan lebam. Kapolres menjelaskan, itu lantaran dihakimi oleh warga yang kesal dan resah terhadap kelakuan para remaja tersebut.

"Luka yang diderita bukan Karena tawuran tetapi di hakimi oleh warga masyarakat," ucapnya.

Zain menegaskan, pihaknya tidak henti-henti melakukan operasi rutin, terutama di malam libur pada lokasi - lokasi rawan tindak kejahatan jalanan, seperti begal, tawuran, geng motor, curas, curat dan curanmor. Namun pengawasan orang tua terhadap anak sangat diperlukan apalagi saat beraktifitas dimalam hari.

"Patroli secara rutin terus kita laksanakan terutama pada malam-malam libur, peran serta masyarakat sangat kita harapkan. tentunya, laporkan bila melihat, mendengar dan mengetahui akan adanya tindak kejahatan jalanan," pungkas Zain.


Baca Berita Menarik Lainnya Di Sini

Bagikan: