Berusia 14 Tahun, Realisasi Belanja PDN Kota Tangsel Terbesar Kelima Di Indonesia

Caption: Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie - Berusia 14 Tahun, Realisasi Belanja PDN Kota Tangsel Terbesar Kelima Di Indonesia
Caption: Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie

Reporter: Tama | Editor: Tama

TitikKata.com - Realisasi belanja Produk Dalam Negeri (PDN) dan Produk UKM Pemerintah Kota Tangerang Selatan, menempati peringkat lima besar se-Indonesia, berdasarkan data Lembaga Kebijakan Pengedaan Barang/Jasa (LKPP) yang dirilis dalam Rakor Monev Inpres No.2 Tahun 2022 di ICE BSD, Tangerang, beberapa waktu lalu.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengungkapkan, total realisasi belanja PDN Pemkot Tangsel, sebesar Rp973,3 miliar. Capaian realisasi tersebut, berada di bawah kota-kota besar.

"Secara usia jauh dari Tangerang Selatan yaitu Surabaya sebesar 1,7 triliun, disusul Medan 1,7 triliun, dan Bekasi 1,2 triliun. Bahkan realisasi PDN Tangerang Selatan, tersebut lebih tinggi dari Kota Bandung yang berada di angka Rp920,8 miliar," ungkap dia.

Sementara kata Benyamin, realisasi belanja UKM, Pemkot Tangsel ada di peringkat lima dengan nilai belanja mencapai Rp 597,2 miliar. Dengan capaian belanja itu, membuktikan komitmen Pemkot Tangsel, dalam mendukung realisasi belanja produk dalam negeri, sekaligus produk UKM-Koperasi," jelas dia.

Menurut Wali Kota, kebijakan menggunakan produk lokal akan menumbuhkan perekonomian lokal di Tangsel, sehingga kota yang baru berusia 14 tahun ini akan banyak memunculkan pengusaha-pengusaha baru yang berdampak pada kemajuan ekonomi di Tangsel.

"Memang sejak awal.kami berkomitmen untuk memajukan produk dalam negeri terlebih lagi sudah diinstruksikan oleh bapak presiden. Kami akan terus kawal dan lanjutkan dalam menyukseskan gerakan nasional bangga buatan Indonesia," ungkapnya.

Dia memastikan dalam waktu yang akan datang akan terus memperkuat dengan mendorong produk-produk Tangsel, untuk masuk melalui e-katalog, sehingga realisasi belanja dan jangkauan pasar bagi pelaku UKM maupun UMKM semakin luas.

Sementara itu, Kepala LKPP Hendrar Prihadi, menekankan bahwa Inpres No.2 tahun 2022 bertujuan untuk sama-sama membangun komitmen agar terus menggunakan produk dalam negeri dan produk UKM-Koperasi.

Sehingga ia berharap, belanja PDN mempercepat pembangunan dan pemerataan ekonomi. Serta menciptakan iklim tata kelola pengadaan barang/jasa pemerintah yang kondusif dan konstruktif.

"Target belanja APBN/APBD tahun 2022 untuk produk dalam negeri paling sedikit 400 triliun. Adapun dengan belanja produk dalam negeri senilai tersebut diperkirakan dapat menambah 1,7 persen sampai 2 persen pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sampai November tanggal 14 kemarin, realisasinya mencapai 320,5 triliun," pungkas mantan Wali Kota Semarang itu.


Baca Berita Menarik Lainnya Di Sini

Bagikan: