Akademisi Unma Persyaratkan Ini Bagi Sosok Pengganti Bupati Irna Narulita
TitikKata.com-Akademisi Universitas Mathla'ul Anwar (Unma) Banten, Eko Supriyanto, mengungkapan sosok yang cocok menggantikan Irna Narulita, sebagai Bupati, dengan melihat situasi dan kondisi Kabupaten Pandeglang saat ini.
Eko berpendapat, ada tiga kategori pemilih di Pandeglang, pertama yakni pemilih sosiologis yaitu masyarakat Pandeglang yang memilih pemimpin karena melihat asal usul, jati diri dan penampilan calon pemimpin itu sendiri, kepada titikkata, di kediamannya, Labuan, Kamis (8/6/2023).
Kedua yaitu pemilih psikologi, pemilih ini lebih memilih pemimpin yang punya rasa empati, kepedulian pemimpin dan juga pemimpin yang memiliki kepastian terhadap pemilih itu sendiri. Dan yang terakhir kategori pemilih rasional, dimana pemilih lebih melihat rekam jejak, integritas.
"Kalau dulu yang di butuhkan adalah mazhab sosiologi. Namun sekarang tidak menjadi barometer. Tapi hari ini pada Pilkada 2024 yang dibutuhkan adalah mazhab rasional, lebih pada rekam jejak, fallacy dan integritas," katanya.
Sehingga ke depan kata Eko, sosok pemimpin yang dibutuhkan masyarakat Pandeglang adalah kandidat yang memiliki daya kejut dan gebrakan gila serta memiliki solusi terhadap persoalan yang dihadapi warganya.
"Karena gaya retorika dan karismatik di Pandeglang sudah tidak laku. Tapi tadi itu, daya kejut daya lakon yang dibutuhkan Pandeglang. Ada gebrakan yang sedikit gila dalam programnya, jadi tidak seremoni dan rutinitas tetapi lebih kepada solusi," ungkapnya.
Eko menilai di 2024 pada Pilkada Pandeglang akan terjadi dinamika, karena di prediksi akan ada tiga klan yang akan bersaing secara ketat.
"Dari dulu Pilkada itu dari tiga klan, klan Rau, Dimyati dan juga klan Jayabaya. Kalau kita lihat, Pilkada Pandeglang akan ada dinamika, karena kalau dalam kasta politik bagaimana memadukan koalisi partai politik dengan memadukan kekuatan figur pasangan itu,"ujarnya.
Sehingga para kandidat akan melakukan branding politik masing-masing untuk memastikan program apa yang telah mereka kerjakan.
"Ada sebuah diksi mengatakan, memilih pemimpin bukan keputusan politik tetapi keputusan moral. Tapi saya yakin pemilih di Pandeglang makin cerdas bagiamana memilah dan memilih kandidat itu," tandasnya.
Simak Video: Anggota DPRD Nilai Implementasi Kurikulum Merdeka di Kota Tangerang Belum Maksimal
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS
