Akkopsi 2022-2026 Resmi Dilantik, Program 100 0 100 Terpenuhi 90 Persen Tahun 2024
TitikKata.com - Aliansi kota kabupaten peduli sanitasi (Akkopsi) periode tahun 2022-2026 resmi dilantik dengan dihadiri sejumlah pejabat kementerian dan kepala daerah di Indonesia yang digelar di ICE, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Jumat (3/3/2023).
Dalam kepengurusan yang baru itu, Zaki Iskandar, sebagai ketua Akkopsi, menegaskan kepengurusan yang baru akan segera melakukan roadshow terkait pengelolaan sanitasi di daerah bersama sejumlah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementrian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementrian Perumahan Rakyat (PUPR).
"Untuk selanjutnya setelah pelantikan ini kita akan roadshow dengan menteri terkait, menteri dalam negeri, menteri kesehatan, menteri sosial juga. Diharapkan pada tahun 2024, bisa tercapai 90 persen program 100-0-100 di daerah-daerah,” kata dia.
Saat ditanya mengenai kondisi sanitasi di wilayah Kabupaten Tangerang, Zaki menyampaikan Pemkab Tangerang, sudah melaksanakan berbagai program terkait sanitasi. Meski begitu, dirinya tak menampik masih ada sanitasi yang tidak layak di masyarakat.
"Kami memang memfokuskan dan memperioritaskan pada institusi pendidikan, karena institusi pendidikan akan melahirkan generasi-generasi muda penerus dan agen perubahan yang bisa menjadi penggerak di lingkungan rumah dan lingkungan sekitar mereka. Semua lini sudah kita lakukan,” ujarnya.
"Kalaupun ada rumah tangga yang tidak memiliki sanitasi yang layak dan aman, segera laporkan kepada RT/RW setempat agar dilakukan tindakan intervensi bedah toilet atau besah rumah," tandas dia.
Untuk diketahui, Bupati Tangerang dua periode itu dilantik bersama pengurus lainnya oleh Inspektur 1 Kemendagri, Bahtiar, yang dihadiri dari sejumlah Bupati dan Walikota yang menjadi anggota Akkopsi dari berbagai daerah. Seperti, Walikota Pariaman, Walikota Banjarmasin, Walikota Cilegon, Walikota Samarinda, Walikota Agam, Bupati Tulang Bawang, Bupati Kebumen, Sekda Magelang, Bupati Bandung dan Bupati Kendal.
Lebih lanjut, Zaki berharap melalui Akkopsi yang beranggotakan 492 kabupaten/kota Indonesia dapat digunakan sebagai wadah untuk berbagi pengalaman dan program kerja terkait sanitasi dan air bersih.
“Kita akan belajar bersama bagaimana mengelola sanitasi secara benar sehingga sanitasi tersebut bisa menjadi sehat, aman dan layak bagi masyarakat. Ini termasuk dengan akses air bersih dan air minum,” tandas dia.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS