Loading...

Aktivis 98 Soroti Proyek LRT Rute Velodrome-Manggarai

Aktivis 98 Soroti Proyek LRT Rute Velodrome-Manggarai
Aktivis Forum Kota atau Forkot, Agung Wibowo Hadi. Foto: Fifiyanti
Reporter: Fifiyanti | Editor: Tama

TitikKata.com-Aktivis Forum Kota atau Forkot, Agung Wibowo Hadi menyoroti proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) fase 1B rute Velodrome-Manggarai yang terkesan mendadak, meskipun status lelangnya masih belum jelas.

Ditemui TitikKata, Kamis (12/10/2023) di Obaidy Coffe & Grill, Matraman, Jakarta Timur, Agung menjelaskan pandangannya.

"Nah ini yang harus dijelaskan bagaimanapun juga segala bentuk proyek yang dilakukan oleh pemerintah daerah itu harus melalui lelang kalau masalahnya diawal Jakpro mengatakan lelang itu gagal, berarti kan belum ada pemenangnya dan belum ada proses pembangunannya, sehingga ini diindikasikan bahwa sebuah kesalahan yang besar bagi pemerintah daerah provinsi DKI Jakarta untuk melanjutkan pembangunan LRT jalur Velodrome-Manggarai kan," katanya.

"Kan dari awal kita sudah bilang bahwa kebutuhan kepentingan jalur Velodrome-Manggarai itu untuk siapa, apakah untuk masyarakat sedangkan kita punya JakLingko, kita sudah punya busway. Nah ini untuk kepentingan siapa? Apakah ini hanya proyek mercusuar yang digadang-gadang? Kan selama ini kan selalu begitu setiap kepemimpinan  selalu ada proyek mercusuar yang selalu dianggap sebagai sebuah kebanggan, sebuah keberhasilan ini yang salah. Dalam hal ini ini juga  harus diperhatikan bahwa Pak PJ Gubernur sendiri mengatakan dalam sidang bahwa Provinsi DKI Jakarta sedang devisit 5 Triliun. Nah apakah ini gak sebuah hal yang sia-sia, apakah ini untuk kepedulian terhadap masyarakat, alangkah lebih banyak ini bisa di gunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat untuk masyarakat DKI Jakarta gitu," tambahnya.

Agung kemudian mengatakan, bahwa dirinya  tidak setuju dan akan menolak proyek LRT fase 1B tersebut.

"Kalau bicara setuju, tidak setuju saya tidak setuju dalam konteks bentuknya. Bentuknya itu apa? Ya itu tadi prosesnya itu seperti apa? Dalam proses pembangunan yang dilakukan oleh RPJMD dan lain-lain kan sudah jelas bahwa ini kan tidak  masuk dalam RPJMD. Disisi lain tadi ketika JakPro mengatakan kalau ini proyek lelang adalah gagal, berarti kan belum ada pemenangnya, sampai sekarang masyarakat belum melihat siapa pemenangnya walaupun ada lah katanya, rumornya 4 perusahaan yang siap dan rumornya juga ini adalah proyek strategis nasional, seandainya memang ini adalah proyek strategis nasional itu yang membiaya harusnya APBN bukan APBD," ujarnya.

"Kalau untuk proyek ini ya kita tetap akan menolak dalam bentuk apapun juga, entah dalam bentuk sosial media, entah dalam bentuk aksi massa  nanti akan kita lakukan," katanya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait