Loading...

Angkat Bicara Soal RTH Jakarta yang Hanya 9%, WALHI: Catatan Kita 5%

Angkat Bicara Soal RTH Jakarta yang Hanya 9%, WALHI: Catatan Kita 5%
Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Muhammad Aminullah. Foto: Mayzka
Reporter: Mayzka | Editor: Tama

TitikKata.com-Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Muhammad Aminullah, bantah soal keterangan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah, yang menyebut jumlah ketersedian Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta 9%, pada Kamis (2/5/3024) lalu. 

Yang mana, di Jakarta sendiri, ketersediaan RTH saat ini baru mencapai 5 persen. Menurut Aminullah, kepada TitikKata pada Senin (6/5/24) di Kanton Walhi Jakarta, Jl. Siaga 2 No.6F, Jakarta Selatan. 

“Sebetulnya kalau dari catatan kita RTH Jakarta tuh masih sangat jauh, sekitar 5% an kalau gak salah. Sebetulnya kita juga lihat dari data Pemerintah juga. Makanya kita heran juga ketika Pemerintah bilang RTH Jakarta tuh ada sekitar 9%. Sementara di data mereka, misalnya di data satu peta, itu jumlah RTH masih sekitar 5%. Dari jumlah keseluruhan wilayah Jakarta,” ujar Aminullah. 

Aminullah juga menanggapi soal pemenuhan RTH wajib dipenuhi, bukan berdasar asas bisa atau tidak bisa. 

“Soal RTH itu sebetulnya bukan hanya soal dia bisa memenuhi atau tidak bisa memenuhi, tetapi dia menjadi keharusan. Jadi RTH itu harus, sebuah kota harus memiliki RTH. Bayangkan aja misal kota tidak punya RTH, pertama dari aspek lingkungan, dia akan berdampak pada pemenuhan kesehatan masyarakat misalnya polusi udara terus kemudian kesehatan-kesehatan untuk beraktivitas. Ketika tidak ada RTH, dia akan menimbulkan permasalahan lingkungan. Kemudian yang kedua akan berdampak pada kesehatan masyarakat juga,” ujarnya.

Aminullah juga menyayangkan keterangan meminta kekhususan karena ketidaksanggupan pemerintah menyediakan RTH di Jakarta.

“Itu hanya bisa salah satunya diredam dengan pemenuhan RTH. Dan ketika RTH tidak ada di Jakarta, itu justru akan membawa Jakarta ke bunuh diri ekologi. Jadi kalau Jakarta tidak memiliki RTH karena tidak mungkin menyediakan RTH terus kemudian Pemerintahnya menyerah, itu bahkan meminta kekhususan untuk supaya Jakarta tidak memenuhi aturan tersebut, itu sama saja Pemerintah itu sedang membawa Jakarta tuh bunuh diri secara ekologis. Jadi membawa masyarakatnya hidup di lingkungan yang tidak layak,” katanya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait