Loading...

Boikot Produk Terafiliasi Israel Terus Menggema, Ini Produk Alternatif Versi MUI

Boikot Produk Terafiliasi Israel Terus Menggema, Ini Produk Alternatif Versi MUI
Kantor pusat Majelis Ulama Indonesia. Foto: Mayzka
Reporter: Mayzka | Editor: Tama

TitikKata.com-Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Bidang Hukum dan HAM, yang juga Founder Indonesia Halal Watch, Ikhsan Abdullah mengajak masyarakat Indonesia terus menggelorakan aksi boikot produk terafiliasi dengan Israel. 

Ditemui TitikKata pada Selasa (16/1/24), di Grand Sahid Jaya, Bengawan Solo Coffee, Jakarta Selatan, Ikhsan sampaikan ajakan boikot tersebut.

“Jadi kami berharap dari Majelis Ulama Indonesia agar gerakan boikot ini, itu tidak mengendur atau tidak lupa. Karena satu-satunya yang bisa kita lakukan saat ini adalah yang sangat efektif untuk menyudahi peperangan yang dilakukan oleh Israel kepada bangsa Palestina ini ya tentu dengan boikot. Boikot atas produk Israel dan yang terafiliasi dengan Israel. Banyak cara tentu dengan memboikot ini. Diantaranya adalah dengan menghindari untuk tidak membeli,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan soal apa saja yang harus diboikot, Ikhsan sebutkan beberapa produk yang dimaksud dari mulai makanan, minuman, hingga kosmetik.

“Contoh misalnya di dalam bidang makanan itu kita jelas harus menghindari produk-produk global misalnya apa yang selama ini ramai di medsos. Tentu masyarakat umat Islam khususnya, bangsa Indonesia paham mulai dari sebut saja merk global yang namanya Kentucky Fried Chicken, McD, dan lain-lain itu turunannya banyak sekali yang bisa didapatkan di media-media sosial,” ujarnya.

“Kemudian di bidang minuman kita juga memiliki produk unggulan yang bisa kita minum yang tidak kalah dengan produk danone misalnya. Itu juga bisa kita gantikan yang selama ini kita tergantung kepada produk minuman yang berasal dari grup danone, tentu kita mulai meninggalkan untuk beralih pada produk nasional yang sekarang ini sudah cukup bagus. Dan hasil penelitian nanti yang akan di publis oleh Indonesia Halal Watch, bahwa ada minuman yang sudah bisa menggantikan produk danone misalnya Le mineral. Itu adalah produk yang sudah bisa menggantikan produk-produk merk global tadi,” lanjutnya.

“Kemudian dalam bidang kosmetik misalnya banyak sekali yang kita harus hindari terutama produk-produk yang merk global itu kan, seperti yang selama ini berada di medsos yang masyarakat bisa memilih intinya banyak yang bisa menggantikan produk itu. Misalnya kalau di bidang kosmetik ada Wardah yang sudah jelas produk Indonesia, asalnya dari Indonesia, diproduksi dengan hasil-hasil kekayaan Indonesia, dan halal,” tambahnya. 

Ikhsan juga berharap bahwa aksi boikot ini terus berjalan. Selain dari mendukung kemerdekaan Palestina, juga sebagai hikmah memajukan produk-produk nasional.

“Aksi boikot ini sesungguhnya harus terus digelorakan dan dirationalisasikan sampai ke akar rumput pada masyarakat di daerah-daerah, di desa-desa, dengan demikian sosialisasi juga sekaligus fatwa Majelis Ulama Indonesia. Dan tentu kapan berakhirnya, ya sampai kalau bisa terus dilakukan sampai tidak ada lagi batas yang terlalu tajam antara penguasaan produk pasar produk global, oleh produk nasional. Yang selama ini produk nasional itu seperti terhalang untuk maju karena betapa kuat mereka mencengkram produk-produk atau pasar di Indonesia yang begitu besar. Ini saatnya saya kira Indonesia mengambil hikmah dari perjuangan bangsa Palestina dengan cara kita mencintai dan menggunakan produk nasional,” pungkasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait