BPS Banten Catat Penurunan Angka Kemiskinan Tapi Indeks Keparahan Miskin Meningkat
TitikKata.com-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat angka kemiskinan di Banten pada Maret 2023 sebesar 826,13 ribu orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan 0,7 persen jika dibandingkan periode September tahun 2022.
Hal itu dikatakan, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Banten, Indra Warman saat ditemui TitikKata di kantor BPS Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (17/7/2023), Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Banten Indra Warman.
“Pada Maret 2023 Banten mengalami penurunan kemiskinan sebesar 6,17 persen yang sebelumnya adalah 6,24 persen,” ujar Indra.
Meski jumlah turun, namun indeks kedalaman kemiskinan dan keparahan justru mengalami kenaikan. Jika dipresentasikan indeks kedalaman kemiskinan naik dari 0,790 persen pada September 2022 menjadi 1,204 persen pada Maret 2023. Sementara, indeks keparahan kemiskinan naik dari 0,157 persen menjadi 0,363 persen pada periode yang sama.
Kata Indra, indeks kedalaman kemiskinan merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Sedangkan, indeks keparahan kemiskinan adalah gambaran penyebaran pengeluaran diantara penduduk miskin.
“Kemiskinan ini kan mencoba memilah penduduk mana yang miskin atau tidak, mana yang dibawah garis kemiskinan mana yang di atas garis kemiskinan. Jadi pada saat dia berada dibawah digaris kemiskinan dia akan masuk miskin dan angka kemiskinan ini setiap periode survei itu berubah sesuai kondisi keadaan daya beli masyarakat, harga dan konsumsi, maka pada Maret 2023 Banten garis kemiskinan yang kita tetapkan adalah 618,721 per kapita. Jadi kalau per kapita di rumah tangga dibawah itu, dia akan masuk penduduk, Jadi dengan naiknya garis kemiskinan inilah yang mengakibatkan juga terkoreksi penduduk yang mempunyai pendapatan tetap,” ungkap dia.
Lebih lanjut dia menjelaskan, berdasarkan tempat tinggal pada periode September 2022-Maret 2023, jumlah penduduk miskin perkotaaan naik dari 586.210 orang menjadi 623.190. Sedangkan, jumlah penduduk miskin di pedesaan turun dari 243.450 orang menjadi 202.930 orang.
“Di pedesaan kemiskinan kita turun salah satunya yang kami amati adalah pengaruh dari nilai tukar petani. Jadi di pedesaan itu umumnya masyarakat hidup di sektor pertanian dan nilai tukar petani pada Maret 2023 itu mencapai 102,47. Angka itu diatas periode September 2022 hanya 99,97. Jadi makin tinggi. Artinya, kalau melebihi 100 itu biasanya petani kita cukup untung biaya yang dikeluarkan lebih rendah daripada yang didapatkannya,” pungkasnya.
Simak Video: Plause Bintaro, Mengajak Kolaborasi Bersama Pelaku Bisnis Kecantikan
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS
