Bus Sekolah Gratis Tangsel Bakal Nambah 10 Unit, Rute Diperluas hingga 2029!
Titikkata.com - Program Angkutan Sekolah Gratis di Kota Tangerang Selatan bakal diperluas secara signifikan. Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan (Dishub Tangsel) merencanakan penambahan 10 unit armada baru sekaligus pengembangan rute layanan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Kebijakan ini diambil untuk menjawab tingginya kebutuhan masyarakat serta memperkuat sistem transportasi publik yang aman, terintegrasi, dan inklusif bagi pelajar.
Kepala Dishub Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat, mengatakan tingkat keterisian armada saat ini menunjukkan permintaan yang sangat besar.
“Setiap hari sekolah, tingkat okupansi bus sangat tinggi. Artinya kebutuhan di lapangan memang nyata. Karena itu, dalam RPJMD 2025–2029 kami siapkan penambahan 10 unit bus berikut rute baru agar layanan semakin merata,” ujar Ayep, Senin (2/3/2026).
Saat Ini Layani 9 Rute
Saat ini, layanan Angkutan Sekolah Gratis di Tangerang Selatan mengoperasikan 10 unit bus dengan total 9 rute.
Enam rute diperuntukkan bagi siswa reguler dan tiga rute lainnya khusus untuk siswa berkebutuhan khusus.
Rute siswa reguler meliputi:
- Vila Melati Mas – Tandon Ciater (17 sekolah)
- Halte Polsek Serpong – Pamulang Permai (27 sekolah)
- Permata Pamulang – Kelurahan Cirendeu (9 sekolah)
- Bus Stop JPO Teras Kota – Paku Jaya (8 sekolah, 2 bus)
- Kantor Kecamatan Pondok Aren – SMPN 5 Tangsel (9 sekolah)
- Perumahan Pondok Kacang Prima – SMPN 14 Tangsel (8 sekolah)
Rute siswa berkebutuhan khusus meliputi:
- Perumahan South City – SKH Negeri 01 Tangsel
- Bus Stop Sasak Tinggi – SKH Negeri 01 Tangsel (termasuk 2 sekolah lain)
- Pamulang Square – SKH Assalam 01 & 02
Penumpang Naik 131 Persen
Sepanjang 2025, jumlah pengguna layanan tercatat mencapai 98.066 siswa. Angka ini melonjak 131 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Rata-rata sekitar 480 siswa memanfaatkan layanan ini setiap hari sekolah,” jelas Ayep.
Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang menjadi indikator kuat bahwa transportasi sekolah gratis sangat dibutuhkan masyarakat.
Bantu Tekan Kemacetan
Tak hanya mendukung keselamatan pelajar, program ini juga berdampak pada kondisi lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama.
“Program ini bukan sekadar antar-jemput. Ini bagian dari strategi mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di kalangan pelajar,” katanya.
Dishub mencatat terjadi penurunan volume terhadap kapasitas jalan (V/C Ratio) sekitar 5 persen di beberapa titik saat jam sibuk.
Subsidi Rp3,67 Miliar, Manfaat Ekonomi Capai Rp2,45 Miliar
Pada Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengalokasikan subsidi operasional sebesar Rp3,67 miliar untuk program ini.
Dari sisi manfaat ekonomi, penghematan biaya transportasi masyarakat diperkirakan mencapai Rp2,45 miliar.
Ayep menegaskan, ekspansi armada dan rute merupakan langkah strategis untuk memastikan akses transportasi yang aman dan layak bagi seluruh pelajar.
“Kami ingin memastikan setiap anak di Tangsel memiliki akses transportasi yang aman dan nyaman menuju sekolah. Ini investasi jangka panjang untuk keselamatan dan masa depan generasi muda,” pungkasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS