Di Tengah Badai PHK dan Lowongan Palsu, Kemnaker Satukan 8 Job Portal dalam Karirhub
Titikata.com — Di tengah tekanan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan maraknya lowongan kerja palsu yang menjerat pencari kerja, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengambil langkah konsolidasi besar. Pemerintah mengintegrasikan platform Karirhub dengan delapan job portal swasta, menjadikannya pintu utama akses lowongan kerja nasional.
Langkah ini diumumkan sebagai upaya mempersempit ruang penipuan rekrutmen online sekaligus memusatkan informasi lowongan dalam satu sistem terverifikasi.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan seluruh lowongan yang tampil di Karirhub diverifikasi oleh Pusat Pasar Kerja Kemnaker sebelum dipublikasikan.
“Informasi lowongan kerja makin terpusat, sumbernya jelas, dan diverifikasi agar masyarakat lebih terlindungi,” ujar Cris dalam keterangan resmi, Rabu (11/2/2026).
115 Ribu Lowongan, 2.135 Perusahaan
Sepanjang 2025, Karirhub mencatat 115.182 lowongan kerja dari 2.135 perusahaan. Data ini menunjukkan platform pemerintah tersebut mulai diposisikan sebagai agregator lowongan nasional.
Delapan portal swasta telah digandeng Kemnaker melalui nota kesepahaman. Empat di antaranya sudah terhubung dan bisa diakses melalui karirhub.kemnaker.go.id, yakni HiredToday, Toploker, Redy, dan Glints. Empat lainnya masih dalam proses integrasi sistem.
Setiap lowongan dari mitra swasta ditampilkan dengan penanda logo sumber untuk memastikan transparansi asal informasi.
Lamar Tanpa Pindah Aplikasi
Kemnaker menerapkan dua skema integrasi.
Pada skema full integrasi, pelamar dapat langsung mengirim lamaran melalui Karirhub tanpa harus berpindah platform. Data lamaran diteruskan ke perusahaan melalui portal mitra, sementara proses seleksi hingga keputusan akhir tetap dikelola perusahaan. Status lamaran dapat dipantau di Karirhub. Skema ini saat ini berlaku untuk HiredToday.
Pada skema semi full integrasi, lowongan tetap ditampilkan di Karirhub, namun pelamar diarahkan ke situs portal mitra untuk menyelesaikan proses lamaran. Model ini diterapkan pada Toploker, Redy, dan Glints.
Respons atas Disrupsi Pasar Kerja Digital
Integrasi ini dirintis sejak Agustus 2025 oleh Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, di tengah perubahan lanskap pasar kerja yang semakin terdigitalisasi dan kompetitif.
Di satu sisi, transformasi digital dan penggunaan AI mempercepat proses rekrutmen. Di sisi lain, ruang digital juga membuka celah penipuan berkedok lowongan kerja. Tidak sedikit pencari kerja yang diminta membayar biaya administrasi, pelatihan fiktif, hingga tiket perjalanan palsu.
Konsolidasi Karirhub dinilai sebagai upaya pemerintah merebut kembali otoritas informasi pasar kerja yang selama ini tersebar di berbagai platform swasta.
“Kami akan terus memperluas kerja sama ini agar akses masyarakat terhadap informasi lowongan terpercaya semakin mudah,” kata Cris.
Ujian Efektivitas
Meski demikian, integrasi sistem bukan jaminan otomatis turunnya angka pengangguran atau meningkatnya penempatan tenaga kerja. Tantangan berikutnya terletak pada efektivitas verifikasi, kecepatan respons sistem, serta perlindungan data pribadi pelamar.
Di tengah tekanan ekonomi 2026 dan ketatnya persaingan kerja, publik akan menilai apakah Karirhub benar-benar menjadi solusi konkret atau sekadar etalase digital lowongan kerja.
Kemnaker mengimbau masyarakat mengakses lowongan hanya melalui tautan resmi Karirhub dan waspada terhadap permintaan biaya dalam proses rekrutmen.
Kini, pertanyaannya bukan lagi soal berapa banyak lowongan yang terdaftar, melainkan seberapa banyak pencari kerja yang benar-benar terserap. (01Tkt)
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS