DPW NasDem Banten Buat Laporan Pelemparan Ular Kobra ke Rumah Wahidin Halim
TitikKata.com - Pelemparan sekarung ular kobra di rumah Wahidin Halim, menjelang kedatangan Bakal Calon Presiden (Bacapres) Partai NasDem, Anies Baswedan pada Rabu (25/1/2023) kemarin ditanggapi serius oleh DPW Partai NasDem Provinsi Banten, yang membuat laporan kepolisian di Polres Metro Tangerang, Jumat (27/1/2023).
Salah satu anggota Badan Advokasi Hukum (BAHU) Partai Nasdem Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Muhammad Iskandar, menyatakan bahwa kedatangannya ke Polres Metro Tangerang Kota mewakili Partai Nasdem untuk melaporkan kejadian teror ular tersebut.
“Iya kami lapor atas nama partai atas nama ketua panitia. Kebetulan kami dari Tangsel juga dari Tangerang Raya dari Provinsi Banten juga ikut hadir dalam mengawal proses pelaporan ini. Kedatangan kami hari ini ke Polres Metro Tangerang Kota adalah untuk melaporkan kejadian teror ular yang menimpa rumah daripada Gubernur Banten, yaitu bapak Wahidin Halim,” ujarnya ditemui di Mapolrestro Tangerang Kota, Jumat (27/1/2023).
Iskandar menegaskan kejadian pelemparan ular ke rumah WH bukan hanya permasalahan secara individu, melainkan juga Partai Nasdem. Sebab teror tersebut terjadi pada hari dimana Bakal Calon (Bacalon) Presiden dari Partai Nasdem melakukan safari politik di Kota Tangerang.
“Tertapi kami coba meyakinkan lagi bahwa dalam perkara ini yang menimpa itu bukan hanya bapak Wahidin Halim seorang atau atas nama individu melainkan kami semua atas nama partai gitu, karena kejadian teror ini dalam rangka safari politik begitu, yang diselenggarakan dan panitianya adalah dari Partai Nasdem dan kami selaku panitia merasa diri kami pantas sebagai korban gitu,” tuturnya.
Lebih lanjut, Iskandar berharap agar pelaku segera tertangkap dan motif dibalik teror sekarung ular kobra tersebut bisa segera terungkap supaya tidak terjadi fitnah dan sabotase baik di dalam maupun di luar Partai Nasdem.
“Harapannya mudah-mudahan motif utama daripada teror ular ini terungkap dengan jelas, transparan dan motifnya itu terungkap. Apasih motif dibalik ini semua. Apakah hanya sekedar keisengan semata atau karena memang ada black campagn yang terjadi begitu, dan harapan kami tentu yang pertama pelakunya tertangkap yang kedua motifnya terungkap supaya tidak terjadi fitnah juga, seolah-olah ini sabotase dan lain-lain, kami tidak ingin ada fitnah diantara itu semua,” pungkasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS