Efektivitas Pemkot Tangsel Tekan Kasus Stunting
TitikKata.com- Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), memiliki sejumlah cara guna menekan angka kasus stunting yang ditarget turun 7 persen pada tahun 2023 ini dari capaian tahun 2022 lalu yang telah turun menjadi 9 persen.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, ditemui TitikKata, Selasa (22/5/2023) di Aula Kecamatan Setu, menegaskan turunnya angka kasus stunting di Tangsel, merupakan andil besar kader kesehatan di posyandu dan puskesmas di Tangsel. Untuk itu pada tahun ini, Pemkot Tangsel akan menaikkan insentif bagi kader posyandu menjadi Rp. 1.350.000.
“Ini berkat kerja kerasnya ibu-ibu posyandu. Stunting di Kota Tangsel turun drastis, di tahun 2022 9 persen dan untuk tahun ini saya target menjadi 7 persen,” ucap Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. Selasa (23/5/2023).
Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Allin Hendalin, mengungkap kendala penanganan stunting di wilayahya karena pemahaman masyarakat yang belum memadai tentang kesehatan. Untuk itu peran-peran kader posyandu menjadi penting dalam penurunan kasus.
“Awarnes dari masyarakat itu sendiri, dan sekarang alhamdulillah peran kewilayahan, peran kader dan semua bergerak. Perangkat daerah juga bergerak semua, jdi bagaimana kepedulian masyarakat peduli terhadap kesehatannya, peduli terhadap kehamilannya” ujar Allin.
Sementara Camat Setu, Erwin Gemala Putra menerangkan masih ada 120 kepala keluarga yang belum mempunyai septik tank yang memadai dan ada 19 warga yang masih terindikasi stunting.
“Ada 19 warga yang terindikasi stunting, yang kita lakukan saat ini adalah melakukan edukasi melalui kegiatan posyandu di wilayah Pademangan. Akan pentingnya stunting bagi balita di wilayah Kel. Pademangan,” kata Erwin.
Dari kendala tersebut, Kecamatan Setu saat ini memiliki strategi khusus agar jumlah kasus stunting di wilayahnya dapat terus ditekan dengan melibatkan beberapa elemen masyarakat, elemen swasta, para Rt Rw dan semua kader posyandu.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS