Fasilitas RDF Plant Diproyeksikan Mampu Meningkatkan Pendapatan Daerah, Begini Strategi DLH DKI
TitikKata.com-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memiliki pendapatan dari penjualan sampah sekira Rp54 Miliar per tahun dari hasil Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant TPST Bantar Gebang.
Hal itu dikatakan, Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Sarjoko saat ditemui TitikKata di Gedung Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (25/9/2023).
"Pendapatan itu proyeksinya kurang lebih sekitar 54 Miliar per tahun itu, dan ini dengan asumsi harga per tahunnya 24 US Dolar. Nah pendapatan ini proyeksi pendapatan ini dihitung dengan harga minimal tetapi harga RDF itu, itu tergantung dengan kursnya dolar,” kata Sarjoko Selaku Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup pada saat ditemui TitikKata, di Gedung Balai Kota Jakarta Pusat, Senin (25/09/2023).
Sementara itu, menurut Kepala UPST Bantar Gebang, Agung Pujo Winarko, data yang sudah tercatat presentasinya dari 100% sampah masuk, itu akan menghasilkan kurang lebih 35 persen RDF.
“kalau pencatatan pasti ada loh. Ada sampai input sama ouput itu ada. Kalau saya kan sama karena prinsip saya kan kalau RDF sudah berjalan gitu kan. Memang Jadi ya gitu sudah ada mengenai presentase teori itu memang dari 100% sampah yang masuk itu akan menghasilkan kurang lebih 35 % RDF, produk RDF dan itu sudah berjalan, dengan nilai angka segitu bahkan bisa lebih,”ujarnya pada saat ditemui Titikkata, Selasa (18/09/23).
Melihat dari kapasitas tersebut, dari pihak UPST Bantar Gebang merencanakan beberapa fasilitas tambahan untuk pengolahan RDF dari sampah DKI Jakarta yang masuk sebesar 7.700 ton per harinya.
“Ya ini kan kita karena melihat dari kapasitas tadi, kapasitas saat ini hanya satu facility, makannya kita rencanakan untuk bangun beberapa facility lagi gitu. Yang kami rencanakan sedang kami susun FS nya itu di rorotan mbak itu dengan kapasitas 2500 ton per hari,” tutupnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS