Loading...

Gaya Baru Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi Melalui Waste4Change

Gaya Baru Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi Melalui Waste4Change
Kegiatan operasional Waste4change. Foto: Anan
Reporter: Anan | Editor: Tama

TitikKata.com-Perusahaan pengelola sampah Waste4Change menjadi salah satu jasa penyedia yang dinilai mampu menyelamatkan 10.000 ton dalam mengurangi sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Kota Bekasi.

Ditemui Titikkata, Media Relations West4Change, Hani Sumarno menjelaskan pelayanan West4Change yang dimana sudah memiliki klien terdiri dari 200 lembaga, institusi serta 1.500 rumah warga dengan memastikan terjadinya sirkular ekonomi.

“Jadi Waste4Change ini mengelola dari 200 lembaga, institusi serta sekitar 1.500 rumah warga penduduk di kawasan residensial. Ini kalau di 1.500 di kali masing-masing orang itu adalah 1,5 Kg dan sekarang secara akumulasi telah menyelamatkan semua klien-klien Waste4Change telah menyelamatkan sampai 10.000 ton sampah. Jadi tidak ada sampah yang berakhir ke TPA dalam jangka 10 Tahun yang sudah diolah oleh Waste4Change. Pasti mengurangi sampah di Bantar Gebang,”ucapnya saat ditemui Titikkata di Pedurenan, Kota Bekasi. Jumat (02/02/24).

Hani Sumarno juga mengatakan, dalam pengelolaan sampah di Waste4Change ini, sampah akan dipilah sesuai masing-masing jenis yang ada.

“Contoh residu, residu itu adalah sampah yang tidak bisa dikelola lagi atau tidak bisa menjadi daur ulang seperti misalnya sachet, kemudian plastik yang tipis-tipis itu kemudian menjadi RDF namanya. Produk-produk yang menjadi bahan bakar untuk semen. Kemudian kalau plastik itu bisa dikelola kembali oleh Off Taker menjadi bibit plastik dan selanjutnya-selanjutnya kami adalah penyedia dan pemilah sampah yang bersentuhan dengan klien. Jadi ada rantai berikutnya setelah West4Change ini kemudian bisa menjadikan ekonomi itu berputar,”katanya.

Kemudian, Waste4Change sendiri memiliki harga yang berkirsar dari 150 ribu hingga 2,5 Juta berdasarkan kategori dan jumlah timbunan sampah. 

“Untuk kategori perumahan, jadi kalau per rumah itu rata-rata 150 ribu, mengapa? Karena ada proses yang harus dilakukan secara profesional menggunakan perlengkapan kemudian juga ada mesin-mesin yang kita gunakan agar semua sampah yang masuk dan dikelola ini menjadi sesuatu material yang berguna. Kemudian kalau untuk skala perkantoran atau institusi, instansi bisa dimulai dari 2 Juta, 2,5 juta tergantung dengan jumlah timbunan sampahnya,”tutupnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait