Loading...

Gerakan Coblos Tiga Paslon Menggema Jelang Pilgub Jakarta 2024

Gerakan Coblos Tiga Paslon Menggema Jelang Pilgub Jakarta 2024
Acara Bedah Tuntas Fenomena Gercos di Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2024). Foto: Fifi/Titikkata
Reporter: Fifi | Editor: Tama

Titikkata.com - Untuk pertama kalinya dalam sejarah Pilkada DKI Jakarta, muncul gerakkan coblos tiga pasangan calon (gercos) gubernur dan wakil gubernur pada bulan November mendatang.

Gerakkan ini disinyalir diinisiasikan oleh pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Ditemui TitikKata dalam acara Bedah Tuntas Fenomena Gercos di Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2024), Ketua Poros Jakarta, Bien Benyamin menjelaskan pandangannya perihal terkait.

“Partai tidak aspiratif ya, karena kekecewaan rakyat masyarakat Jakarta kepada partai terutama kepada ketua-ketua partai lah ya yang memutuskan itu. Nah ini ada aspirasi rakyat, masyarakat yang memang untuk mengajukkan calon yang baik tetapi tidak diterima istilah ini suara rakyat suara tuhan, ya suara rakyat sudah diterima oleh partai tingkat daerah tetapi tidak diterima nasionalnya. Nah itu yang bermasalahnya disitu gitu, jadi artinya ada permasalahnya ditingkat elitnya,” katanya.

Sementara, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengatakan, gerakkan demikian merupakan bagian dari hak politik warga negara. 

Meski demikian, ia meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil keputusan.

“Yang saya tau ada wakil kamal dia mengajukan yudiasial review yang meminta kepada mahkamah konsitusi agar disediakan kotak kosong. Sebenarnya bukan disediakan kotak kosong, disediakan kolom kosong dalam surat suara. Kalau permohonan itu dikabulkan, dan kita kemudian mau memenangkan kotak kosong maka kemudian kita gak bicara gercos lagi karena kalau gercos suaranya tidak sah tetapi kalau kita mau memenangkan kotak kosong kita coblos yang tidak ada gambarnya,” tuturnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait