Loading...

Ikan Mati Imbas Kebakaran Gudang Kimia Tangsel Dipunguti Warga hingga Kabupaten Tangerang

Ikan Mati Imbas Kebakaran Gudang Kimia Tangsel Dipunguti Warga hingga Kabupaten Tangerang
Dampak limbah dari gudang kimia yang terbakar di Taman Tekno, Setu, Tangsel dirasakan hingga Kabupaten Tangerang. Foto: Istimewa
Reporter: Redaksi | Editor: Lani

Titikkata.com - Kebakaran gudang kimia di Kelurahan Setu, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, diduga menimbulkan dampak serius hingga ke wilayah Kabupaten Tangerang.

Salah satu imbas yang terlihat adalah kondisi perairan sungai yang tercemar, ditandai dengan banyaknya ikan yang tampak mabuk dan mengapung.

Fenomena tersebut justru dimanfaatkan oleh sebagian warga.

Puluhan orang terlihat memunguti ikan-ikan yang mengapung di aliran irigasi Jalan Cadas–Wali Kukun, Kabupaten Tangerang, meski lokasi itu berjarak sekitar 34 kilometer dari gudang kimia yang terbakar.

Berdasarkan pantauan di lapangan, warga menggunakan peralatan sederhana seperti serokan, jaring, hingga ember untuk mengumpulkan ikan.

Aktivitas ini didominasi oleh laki-laki dewasa dan anak-anak yang tampak antusias menyusuri saluran irigasi.

Ikan hasil tangkapan kemudian dikumpulkan di tepi saluran air. Sebagian besar ikan yang dipunguti masih dalam kondisi hidup dan didominasi oleh jenis mujair.

Meski menyadari ikan tersebut diduga terdampak pencemaran akibat kebakaran gudang kimia di Tangsel, sejumlah warga mengaku tetap mengambilnya karena dinilai masih segar dan belum mati.

“Sebetulnya sudah ada yang mengingatkan dari petugas irigasi, tapi ikannya masih hidup dan segar, jadi sayang kalau dibuang,” ujar Marhami (56), salah seorang warga, saat ditemui di lokasi, Selasa (10/2/2026).

Marhami mengaku ikan tersebut rencananya akan dikonsumsi sendiri bersama keluarga. Namun, ia juga tidak menutup kemungkinan menjualnya jika ada yang berminat.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan, Bani Khosyatullah, menyatakan pihaknya masih melakukan uji laboratorium untuk memastikan jenis zat kimia yang mencemari perairan.

“Uji laboratorium membutuhkan waktu sekitar 7 sampai 9 hari agar hasilnya akurat,” jelas Bani.

Meski hasil uji belum keluar, DLH Tangsel mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan yang ditemukan dalam kondisi mati maupun mabuk di perairan Sungai Cisadane dan sekitarnya.

“Sebaiknya jangan dulu dikonsumsi, karena kita belum tahu kandungan zatnya. Dikhawatirkan ada bahan berbahaya,” tegasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait