Kekeringan Dialami Warga Desa Domas, Air Bersih PDAM Tirta Al Bantani Tak Mengalir
TitikKata.com-Warga Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Banten mengeluhkan kesulitan air bersih akibat musim kemarau dan dampak siklus El nino yang melanda tanah air saat ini.
Hal itu diperparah dengan aliran air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Al-Bantani yang tidak mengalir sejak 4 bulan terakhir.
Fauziah (65) warga Desa Domas menceritakan, dirinya terpaksa harus bolak-balik mengambil air dari sumur milik seorang warga dengan jarak yang cukup jauh.
"Sudah empat bulan dilanda kekeringan air PDAM juga tidak keluar, untuk mandi airnya ngambil dari sumur milik salah seorang warga. Setiap pagi ngambil 4 dirigen air 10 ember ngambil sendiri, nanti sore ngambil air lagi," ujarnya kepada Titikkata saat ditemui di kediamannya Desa Domas, Senin (7/8/2023).
Sedangkan, kata Fauziah, untuk memenuhi kebutuhan masak dirinya rela mengeluarkan uang untuk membeli air bersih dengan harga Rp200 ribu untuk kebutuhan setengah bulannya. Belum lagi untuk membayar tagihan air PDAM setiap bulan meski air PDAM tidak mengalir.
"Kalau untuk kebutuhan masak beli airnya dengan harga dua gerobak yang berisi 5 dirigen satu gerobaknya itu Rp25 ribu, jadi saya tuh beli saja sudah habis 200ribu untuk dipake 15 hari. Habis, beli lagi. Habis, beli lagi gitu. Air PDAM juga bayar itu tapi airnya nggak ngalir," katanya.
Sementara itu, tokoh pemuda Desa Domas, H. Babay mengatakan, sekalipun air PDAM mengalir itu tidak layak konsumsi.
"Dalam empat bulan terakhir ini Desa Domas mengalami kekeringan sehingga masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari baik mencuci, mandi, dan lain sebagainya. Ditambah air PDAM yang tidak keluar, sekalipun keluar itu pada malam hari dengan kualitas air yang tidak layak dikonsumsi," ujarnya.
Babay menegaskan, jika krisis air bersih ini dibiarkan terjadi dan pemerintah daerah tidak mengambil langkah solutif, dikhawatirkan akan berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat.
"Dikhawatirkan ini akan berdampak bagi kesehatan masyarakat, artinya ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mengambil langkah solutif guna mengatasi fenomena yang terjadi di Desa Domas," pungkasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS