Nama Dasco Diseret Isu Wapres, Tamil Selvan Singgung Manuver Adu Domba
Titikkata.com - Isu yang menyeret mama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjadi Wakil Presiden dinilai sebagai manuver politik yang berpotensi memecah belah elite dan mengalihkan perhatian publik.
Pengamat hukum Tamil Selvan menjelaskan ada indikasi upaya sistematis untuk menciptakan kegaduhan dan mengganggu stabilitas nasional melalui penggiringan opini terhadap tokoh-tokoh penting.
"Jadi, isu Pak Dasco mau jadi wapres itu hanya pola adu domba politik dan pengalihan isu," tegas Tamil Selvan.
Menurut Tamil, Dasco adalah sosok yang paling ikhlas menjaga stabilitas bangsa dan tidak punya ambisi soal jabatan.
Buktinya, sampai hari ini Dasco hanya menjabat sebagai Wakil Ketua DPR, padahal peluang menjadi Menko dan jabatan lain terbuka lebar.
"Padahal peluang untuk menjadi Menko dan menduduki jabatan lain terbuka lebar, tapi Pak Dasco tidak ambisi," ujarnya.
Lebih jauh, Tamil mengaitkan sikap Dasco dengan komitmennya terhadap pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
Ia mengingatkan pernyataan Dasco yang pernah menyatakan kesediaannya mundur apabila regulasi tersebut tidak disahkan.
Bagi Tamil, sikap tersebut menjadi gambaran bahwa kepentingan publik dan stabilitas negara semestinya ditempatkan di atas kalkulasi kekuasaan maupun perebutan posisi politik.
"Pak Dasco itu adalah orang yang paling ikhlas menjaga stabilitas bangsa ini, beliau tidak punya ambisi soal jabatan," katanya.
Di tengah berkembangnya berbagai spekulasi politik, Tamil meminta masyarakat tidak mudah terseret dalam permainan opini yang berpotensi mempertajam polarisasi.
Ia justru mendorong publik untuk mencermati secara serius dugaan percobaan makar yang disinggungnya.
"Kita fokus pada Percobaan Makar ini, tilik sampai dalam, bungkus aktor intelektual yang selalu membuat gaduh bangsa ini," pungkas Tamil.
Pernyataan tersebut sekaligus memunculkan desakan agar dugaan keterlibatan aktor intelektual di balik berbagai kegaduhan politik ditelusuri secara mendalam.
Namun, siapa sosok yang dimaksud dan bagaimana keterlibatannya masih memerlukan pembuktian serta penjelasan lebih lanjut.
Di tengah panasnya dinamika politik nasional, publik tentu membutuhkan kejelasan, bukan sekadar lemparan spekulasi yang berpotensi memperkeruh situasi.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS