Loading...

Pemkot Serang Mesti Seriusi Kebiasaan Dolbon Warga Kota, Begini Versi Warga

Pemkot Serang Mesti Seriusi Kebiasaan Dolbon Warga Kota, Begini Versi Warga
Warga di Toilet Umum Kampung Tegal Duhur RT02/01 Kecamatan Kasemen, Kota Serang @ Azzam
Reporter: Azzam | Editor: Tama

TitikKata.com - Kebiasan buang air besar (BAB) sembarang warga Kota Serang, Banten, menjadi cerita pahit kehidupan masyarakat perkotaan di tanah Banten. Meski menyandang status Ibu Kota Provinsi, Kota Serang, belum menunjukkan kemajuan kehidupan masyarakat laiknya masyarakat kota. 

Di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, misalnya, hingga bulan Februari 2023 ini masih banyak masyarakat yang BAB sembarang atau Modol di Kebon (Dolbon).

Salah satunya dibuktikan dari ratusan Kepala Keluarga (KK) yang ada di Kampung Tegal Duhur RT 02/RW01, Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, mayoritas penduduknya masih melakukan Dolbon.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua RT 02 Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Kaji. Menurut dia, sebanyak 60 persen warga di RT tersebut terbiasa untuk Dolbon. Biasanya, praktik BAB sembarangan ini dilakukan di pinggiran kebun, sawah, lapangan atau tanah kosong.

"Alasan males dan kebiasaan-kebiasaan dari nenek moyang," katanya.

Alasan lainnya, lantaran kurangnya fasilitas seperti Water Closed (WC) umum atau Mandi, Cuci, Kukas (MCK) yang diberikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.

"Sebenarnya selain kebiasaan ada juga bantuan MCK pemerintah (Pemkot Serang), sekitar 9 pintu. Tapi itu sudah lama dibangunnya, jadi sudah tua dan tidak terawat," ujarnya.

Kendati demikian, Kaji memaparkan, warganya sedikit merasakan manfaat adanya fasilitas WC umum atau MCK.

"Kurang bermanfaat, soalnya ada yang punya (WC) ada yang enggak punya," ucapnya.

Dampak Dolbon 

Disinggung dampak negatif dari maraknya aktivitas Dolbon, Kaji menjelaskan bahwa warganya sudah terbiasa dengan Dolbon. Sehingga penyakit yang ditimbulkan hanya permasalahan kulit atau masuk angin.

"Enggak ada penyakit. Paling cacingan, kulit, atau masuk angin. Soalnya enggak mau ngantri kalau lagi ramai, jadinya pindah ke sawah BAB-nya, kata dia.

Dengan realitas tersebut, Kaji berharap Pemkot Serang, kembali memberikan fasilitas bantuan WC umum atau MCK yang layak untuk digunakan.

"Kasih lagi bantuan WC, MCK dan bangunin rumah kalau bisa mah," tandasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait