Loading...

Petugas KPPS Tangsel Meninggal Kelelahan, Sang Istri Kenang Perbincangan Terakhir

Petugas KPPS Tangsel Meninggal Kelelahan, Sang Istri Kenang Perbincangan Terakhir
Rumah duka Pedrik, petugas KPPS Serpong Utara. Foto : Redaksi
Reporter: Redaksi | Editor: Tama

TitikKata.com-Yenisa Romadon (26), tak kuasa menahan tangis dan rasa sedih yang begitu dalam setelah ditinggal suaminya Pedrik (37), yang menghembuskan nafas terakhirnya Senin 19 Februari 2024 malam kemarin. 

Ditemui Titikkata di rumah duka di Kampung Dongkal, RT01, RW 02 Kelurahan Pondok Jagung Timur, Tangerang Selatan, Selasa 20 Februari Rokim Ayah almarhum menceritakan sakit yang dialami putranya hingga hembusan nafas terakhir Pedrik di Rumah Sakit. 

“Terakhir ngobrol biasa saja, ngobrol masalah dia jaga TPS, yaudah begitu saja. Kalau capek, dia engga pernah mengeluh capek. Semangat dia mah orangnya badanya sehat, gemuk,” ungkap Rokim ayah Pedrik ditemui di rumahnya Kampung Dongkal RT01/05, Kelurahan Pondok Jagung Timur, Tangerang Selatan. 

Menurut Rokim, Pedrik adalah orang asli Kampung Dongkal, yang selalu ikut dalam pelaksanaan kepemiluan di lingkungan tempat tinggalnya. Baik untuk pilpres maupun kegiatan pemilihan kepala daerah. 

“Bukan baru tahun ini, tahun kemarin juga dia semangat rasanya tahun kemarin juga dia semangat kerjanya. Dia ikut terus jaga TPS kalau musim pemilu,” terangnya. 

Sementara Yenisa Romadon, yang kini hidup bersama dua anak Pedrik dan calon bayi yang berusia 8 bulan menceritakan kalau suaminya itu sanga bersemangat dalam menjalankan tugas Pemilu pada 14 Februari 2024 kemarin. 

Pria yang bertugas sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 20, Kelurahan Pondok Jagung Timur, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan meninggal dunia usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Insan Permata sejak Jumat 16 Februari kemarin. 

“Cuman pas abis KPPS saya pulang kerja lihat badannya pada meriang, saya langsung hubungin pihak RT langsung di kunjungin pihak puskesmas di kasih vitamin di kasih obat buat pereda nyeri,” ujar Yenisa. 

Diketahui Pedrik meninggalkan seorang istri dan dua orang anak balita Rifi dan Cia yang masih berusia 4 dan 2 tahun. Sementara istrinya Yenisa saat ini juga tengah berbadan dua dengan usia kandungan 8 bulan. 

Menurut Yenisa, usai perhitungan suara di TPS 20 pada Kamis 15 Februari, Pedrik pulang ke rumah dan mengaku sangat kelelalahan. Yenisa pun meminta sang suami untuk beristirahat cukup. 

“Saya kan ngga tidur juga semaleman nungguin dia jam 2 baru saya tidur, jam setengah 4 dia pulang saya tanya sudah selesai? 'Sudah' kata dia yaudah istirahat. Sehabis itu saya berangkat kerja jam 5 subuh pas saya tanya orang rumah jam 6 udah pergi lagi pagi-pagi. Katanya beres-beresin bangku, meja,” ujar Pedrik.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait