Pilkada Kabupaten Tangerang 2024 Adem Ayem, Pengamat Politik Tangerang Sampaikan Ini
TitikKata.com-Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Tangerang, masih belum terlalu semarak. Ingar bingar di tahun politik ini berbeda dari perhelatan pilkada tahun-tahun sebelumnya.
Menurut, Pengamat politik dan akademisi Universitas Islam Syakh Yusuf (UNIS) Tangerang, Asep Ferry Bastian, Pilkada membutuhkan personality branding sebagai langkah awal agar masyarakat mengetahui calon pempimpin yang akan datang.
"Saya pikir sekarang partai harus berani menampilkan kader dan di Kabupaten Tangerang menurut saya punya potensi untuk bisa melakukan itu. Kalau hanya figur satu saja, itu tidak akan terjadi persaingan yang ketat, meskipun itu bisa dilihat sejauh mana masyarakat itu sendiri mengenal terhadap figur tersebut," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, di Kampus UNIS Tangerang, Senin (4/9/2023).
"Kami saja yang di akademik, (Pengamat) tidak begitu aware denga figure yang akan tampil. Artinya memang, harusnya dari dari satu tahun setengah sudah mengklaim dan membentuk personality brandingnya dari awal," sambungnya.
Meski begitu, ia menilai partai besar seperti Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, partai Golongan Karya (Golkar) dan partai Gerindra akan memunculkan kader terbaiknya.
"Saya kira untuk trendnya memang partai yang ada sekarang pasca pemilihan 2019, seperti PDIP, Gerindra, Golkar dan partai-partai papan atas saya kira akan berjejer untuk di level itu. Mereka-merekalah yang semestinya yang melahirkan sirkulasi kepemimpinannya dengan mengusung fugur untuk bisa maju sebagai calon kepala daerah. Prediksi saya untuk kedepannya untuk pilkada saya kira partai-partai itulah yang masih akan menjadi leader dan yang akan memimpin," katanya.
Untuk diketahui, saat ini hanya partai Golkar yang sudah memastikan akan mengusung Mad Romli sebagai wakil Bupati Tangerang pada perhelatan Pilkada 2024 mendatang.
Menanggapi itu, Asep mengimbau masyarakat cerdas memilih dan memperhatikan catatan atau track record calon pemimpin yang akan dipilih.
"Masyarakat itu perlu melihat track record ya, untuk keemimpinan kepala daerah. Meksipun tidak bisa memaksakan mereka tau semua tentang trac recordnya tapi paling tidak, memiliki referensi oh lima tahun kedepan itu Ketika memilih seseorang maka akan berdampak kepada kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
"Dengan tadi missal Mad Romli apakah masyarakat sudah aware dengan nama beliau? Secara umum survey bisa dilihat dari popularita dan elaktibilitas. Nah kalau beliau sudah masif akan diterima di masyarakat, nah itu hasil surveynya seperti apa," sambungnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS