Loading...

Pindah ke IKN, Kantor Sekretariat DPP Golkar Ikut Dipindah

Pindah ke IKN, Kantor Sekretariat DPP Golkar Ikut Dipindah
Kantor DPP Golkar Jakarta. Foto: Mayzka
Reporter: Mayzka | Editor: Tama

TitikKata.com-Ketua Bidang hubungan luar negeri Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Dave Akbarshah Fikarno Laksono, menyampaikan tanggapan terkait Ibu Kota Nusantara (IKN) khususnya terkait status DKI Jakarta yang nantinya tak lagi menyandang sebagai Ibu Kota Negara.

Kepada TitikKata di Kantor Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957, Jalan Hang Lekiu, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,  Kamis (21/9/2023), menyampaikan hal terkait.

“Perpindahan ibu kota ke IKN itu adalah hasil keputusan daripada Undang-undang Ibukota yang baru. Dan itu sudah disepakati oleh semua fraksi dan mengingat dampaknya untuk kemajuan negara itu akan sangat besar dengan adanya pergeseran ibu kota. Sehingga adanya pergeseran ekonomi sehingga bisa lebih luas penyebaran akan Sumber Daya Ekonomi kepada masyarakat umum," katanya.

Dave juga menyampaikan, bahwa sudah sebuah keharusan kantor kesekretariatan DPP Partai Golkar disesuaikan dengan berpindahnya Ibu Kota Negara ke IKN. 

“Dan tentu posisi sekretariat Partai Golkar, DPP Partai Golkar pasti akan menyesuaikan. Walaupun butuh waktu. Akan tetapi kita akan pasti menyesuaikan karena bagaimana pun pusat pemerintahan akan ada di sana begitu juga pusat Partai Golkar seharusnya mengikuti. Walaupun pasti akan ada waktu untuk pergeseran sampai dengan bisa sepenuhnya operasional di sana," tambahnya.

“Ini bukan masalah kita siap atau tidak ya. Tapi ini kan memang karena sudah ada perubahan daripada perkembangan bangsa Indonesia dan kita harus bisa beradaptasi. Bukan nya yang lain harus beradaptasi dengan kita, tetapi kita yang beradaptasi terhadap perkembangan bangsa Indonesia," ujar Dave.

Meski belum ada intruksi, Dave memperkirakan, perpindahan DPP Partai Golkar dipertengahan setelah berjalannya IKN nanti.

“Kita masih lihat perkembangan sejauh mana. Karena ini kan masih tahap-tahap awal. Karena kan sekarang pembangunannya baru pusat-pusat pemerintahan. Seperti kantor-kantor Menko, Istana Presiden, kantor Direktorat, itu yang menjadi prioritas utama. Kalau DPP Golkar bisa menyesuaikan di pertengahan atau menjelang akhir," pungkasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait