Loading...

PT JakPro Kembali Berulah, Kali Ini Akses Jalan Masuk KSB Ditutup Paksa

PT JakPro Kembali Berulah, Kali Ini Akses Jalan Masuk KSB Ditutup Paksa
Akses jalan warga KSB dihalangi pengembang. Foto: Fifiyanti
Reporter: Fifiyanti | Editor: Tama

TitikKata.com-PT JakPro berupaya menutup paksa akses jalan masuk ke Kampung Susun Bayam (KSB) pada Selasa (30/4/2024) malam pukul 00.04 WIB.

Ditemui TitikKata di KSB, Selasa (30/4/2024), salah satu warga KSB, Topik Rohman menjelaskan kronologinya.

"Awalnya memang ada perwakilan mereka dari dua sekuriti menyambangi saya, artinya minta izinlah untuk menutup akses jalan  hari-hari warga dan nanti kita bisa lewat aksesnya yang gerbang utama rusun kampung bayam. Kalau aku pribadi gak jadi masalah yang penting ada kesepakatan, dia bilang deal gpp ya bang. Nah akhirnya mereka jalan, gak lama warga 'bang gak bisa begitu harus ada ksepakatan atau surat perjanjian antara warga dengan Pt JakPro bang.' 'Yaudah kalian cobalah sambangi kesana.' Begitu warga berjalan ke arah keluar rusun ternyata udah mulai taro barrier-barrier untuk menutup akses. Ya warga tidak terima, maksudnya gak masalah kami akses biasa kami jalan ditutup gak masalah, cuma harus ada kesepakatan atau surat perjanjian antara warga dan Pt JakPro. Itu yang diinginkan warga," katanya.

"Karena apa? Selama ini yang kami rasa disini hanya ada intimidasi, kriminalisasi. Maksud dan tujuannya  kalau ada surat perjanjian itukan disepakati warga dan Pt JakPro itukan kami artinya menjaga juga, tidak untuk dipermasalahkan. Ya silahkan gitu, toh pintu ini terbuka 24 jam pun alhamdulillah kami sebagai warga bertanggungjawab membantu security menjaga aset, tidak pernah semenjak kami duduki rusun ini tidak pernah namanya kehilangan aset-aset gitu,"tambah Rohman.

Rohman mengaku sempat terjadi cekcok antara warga dan pihak JakPro yang menolak tindakan tersebut.

"Nah pada akhirnya terjadilah semacam sedikit memanas adu mulut lah dengan instansi dari perwakilan Pt JakPro ini. Inilah yang akhirnya memanas warga karena orang ini juga yang pada waktu itu tengah malam datang dan menjanjikan ke warga itu akan dinyalahkan listrik dan air 2 atau 3 hari lagi, yang akhirnya datangnya Polres kedua harinya itu. Makin memanas lah disiti jadi bulan-bulanan warga, artinya marah lah. Diajak diskusipun gak mau, lari-larian aja akhirnya makin geramkan warga. Terakhir akhrinya malam itu menyepakati diangkat kembali barrier yang bakal disusun untuk menutup jalan," katanya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait