Semangat Siswa SMPN 2 Tirtayasa, Belajar di Kelas Tidak Terawat
TitikKata.com-Bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Tirtayasa yang berada tepat di bibir pantai lontar desa lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, dalam kondisi tidak layak. Sebab,beberapa bagian dinding dan jendela kelas mengalami kerusakan.
Wakil Kepala sekolah SMPN 2 Tirtayasa Feri Irawan, dalam momen hari pendidikan nasional Selasa, 2 Mei 2023 ketika ditemui TitikKata, menyampaikan kegiatan belajar mengajar siswa tetap berjalan normal meski kondisi gedung sekolah tidak layak.
"Kami bersama guru-guru yang lain selalu mengedepankan pembelajaran yang terbaik untuk siswa walaupun di tengah-tengah kondisi beberapa gedung yang tidak layak kita maksimalkan supaya siswa belajar dengan layak," ujar Wakil Kepala Sekolah SMPN2 Tirtayasa, Feri Irawan, ditemui Selasa (2/5/2023).
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, terdapat dua ruang kelas yang tidak layak lantaran kondisi bangunan tersebut sudah sejak pertamakali didirikan pada tahun 2010 silam tidak mendapatkan perbaikan. Sementara, beberapa bagian tembok gedung sekolah terlihat banyak mengalami keretakan.
Selain faktor bangunan yang sudah lama tidak dilakukan perbaikan, kerusakan pada gedung sekolah juga disebabkan oleh kontur tanah yang beririsan dengan bibir pantai yang kerap kali mengalami rob hingga mengalami banjir hingga ke areal sekolah.
"Air masuk dari laut ke lingkungan sekolah dengan ketinggian 5cm jadi masih bisa berjalan proses pembelajarannya. Karena memang ketinggian air mencapai 10cm nah itu memang belum ada perhatian dari pemerintah daerah untuk akses jalan itu," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Asep Nugraha mengakui masih banyak terdapat bangunan gedung sekolah di Kabupaten Serang yang mesti diperhatikan untuk dilakukan perbaikan.
Asep menyatakan, pihaknya telah menayangkan beberapa objek kegiatan pada sistem perencanaan melalui program tahun 2023 untuk melakukan rehabilitasi gedung sekolah.
"Masih ada beberapa kondisi fisik bangunan yang perlu ada perhatian untuk perbaikan dan itu terus kami upayakan diantaranya dengan implementasi program rehabilitasi fisik dari dana alokasi khusus (DAK)," ujarnya.
"Tentunya ini bisa diikuti melalui proses pelaksanaan pendaftaran lelang selanjutnya ke tender untuk pihak penyedia jasa. Total anggaran itu ada untuk mulai dari pendidikan anak usia dini, SD, dan SMP nanti kita lihat dulu datanya," pungkasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS