Summarecon Rayakan HUT ke-50 dengan Operasi Katarak Gratis: Ratusan Pasien Kembali Melihat Dunia
Titikkata.com - Memasuki usia emas, PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) tak hanya merayakan pencapaian 50 tahun berdirinya sebagai salah satu pengembang properti ternama di Indonesia.
Perusahaan ini juga menunjukkan kepedulian sosial melalui program Operasi Katarak Gratis, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR).
Program ini hadir sebagai respons atas tingginya angka kebutaan akibat katarak di Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat kurang mampu.
Banyak di antara mereka kehilangan penglihatan karena keterbatasan biaya dan akses layanan kesehatan. Summarecon hadir untuk menjembatani kesenjangan ini.
“Kebutaan karena katarak seharusnya bisa dicegah. Dengan program ini, kami ingin membuka kembali pintu harapan bagi mereka yang terancam kehilangan penglihatan, terutama yang tidak mampu membayar biaya operasi,” ujar Adrianto P. Adhi selaku President Director Summarecon.
Antusiasme Luar Biasa: 652 Pendaftar, 207 Dioperasi
Program ini disambut antusias masyarakat. Dari total 652 pendaftar yang datang dari berbagai daerah mulai dari Jabodetabek hingga Bandung, Tasikmalaya, Malang, bahkan Medan sebanyak 354 orang hadir untuk screening, dan 207 pasien dinyatakan layak menjalani operasi.
Operasi dilaksanakan pada 4 Oktober 2025 di RS St. Carolus Summarecon Serpong, dengan melibatkan 7 dokter spesialis mata dan tim medis profesional.
Tak berhenti di meja operasi, pasien juga mendapatkan pendampingan pasca operasi, termasuk pemberian obat dan pemeriksaan lanjutan pada hari ke-1 dan ke-7 pasca tindakan.
Direktur Summarecon, Sharif Benyamin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi, termasuk Himpunan Bersatu Teguh dan Erha Clinic, yang menyediakan alat medis, serta Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Dari Anak Usia 6 Tahun hingga Lansia 90 Tahun
Salah satu kisah paling mengharukan datang dari Azriel, bocah 6 tahun asal Rangkasbitung, Banten. Ia telah lebih dari setahun menderita katarak traumatik.
Ibundanya, Isma Nur Kiranti, mengaku awalnya ragu apakah anak seusia Azriel bisa ikut program ini.
“Awalnya saya pikir hanya untuk lansia, ternyata anak-anak bisa. Saya langsung daftarkan Azriel. Harapannya, dia bisa kembali melihat normal dan sekolah seperti anak lainnya,” ujarnya dengan penuh haru.
Cerita menyentuh lainnya datang dari Sulastri (60), warga Bekasi. Ia merasa hidupnya kembali terang setelah operasi.
"Sebelumnya mata kanan saya buram. Sekarang sudah bisa melihat dengan jelas. Terima kasih Summarecon dan semua tim dokter,” ucapnya.
Summarecon: CSR yang Menyentuh Kehidupan Nyata
Hindarko Hasan, Director Summarecon PDV III, menyebut bahwa kegiatan ini bukan sekadar simbolis, tapi wujud nyata berbagi untuk masyarakat luas.
“Yang membahagiakan, peserta termuda 6 tahun, dan tertua 90 tahun. Artinya, kami benar-benar menjangkau semua kalangan,” ujarnya.
Sementara itu, Andreas Sofiandi dari Himpunan Bersatu Teguh mengungkapkan bahwa katarak merupakan penyakit mata tertinggi di Asia Tenggara.
Upaya Summarecon dinilai berperan besar dalam menekan angka kebutaan akibat katarak di Indonesia.
50 Tahun Bukan Hanya Tentang Properti, Tapi Kemanusiaan
Program operasi katarak ini merupakan bagian dari rangkaian CSR HUT ke-50 Summarecon, yang sebelumnya telah menggelar kegiatan seperti Bedah Rumah, Beasiswa Pendidikan, hingga Summarecon Mengajar.
"Perjalanan 50 tahun ini bukan hanya membangun kawasan, tapi juga membangun kehidupan masyarakat. Kami ingin terus berbagi harapan, keamanan, dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan," tutup Adrianto P. Adhi.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS