Loading...

UIN SMH Banten Torehkan Peningkatan Kapasitas Akademik Usai Kukuhkan Lima Guru Besar

UIN SMH Banten Torehkan Peningkatan Kapasitas Akademik Usai Kukuhkan Lima Guru Besar
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten (UIN SMHB) mendapatkan penigkatan kapasitas akademik usai menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan lima Guru Besar (Gubes) pada di Auditorium Gedung Rektorat Kampus 2 UIN SMH Banten. Foto: Istimewa
Reporter: Azzam | Editor: Lani

Titikkata.com - Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten (UIN SMHB) mendapatkan penigkatan kapasitas akademik usai menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan lima Guru Besar (Gubes) pada di Auditorium Gedung Rektorat Kampus 2 UIN SMH Banten.

Rektor UIN SMH Banten, Wawan Wahyuddin, mengapresiasi torehan peningkatan akademik beserta mengucapkan selamat kepda lima guru besar yang baru dikukuhkan. Meski dirinya belum bisa mendampingi secara langsung dikarenakan tengah menjalankan tugas penting di Tanah Suci.

"Meskipun secara fisik beliau tidak bersama kita, tetapi pikiran, hati, dan seluruh perhatiannya senantiasa membersamai kita, semuanya tetap dikontrol oleh beliau," ujar Subhan, Wakil Rektor II yang juga bertindak sebagai Pelaksana Harian (PLH) Rektor UIN SMH Banten dalam sambutannya.

Diketahui sebelumnya, elima guru besar yang dikukuhkan hari ini ialah, Prof. Dr. Budi Sudrajat, M.A, Prof. Dr. Muhammad Ishom, S.Ag., M.A, Prof. Dr. Hj. Umdatul Hasanah, M.Ag, Prof. Dr. Wasehudin, M.S.I, Prof. Dr. H. Ahmad Sanusi, M.A. 

Subhan mengungkapkan rasa bangganya dan ucapan selamat atas pencapaian gelar tertinggi di tingkat akademisi. 

"Dengan bertambahnya guru besar tersebut, hingga saat ini UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten telah memiliki 22 orang guru besar. Mereka adalah guru besar yang aktif, sementara ada beberapa orang guru besar yang sudah menjalani emiritus. Pencapaian ini tentu membanggakan karena menandai peningkatan kapasitas akademik institusi dalam menghasilkan karya-karya strategis di berbagai bidang ilmu," katanya.

Lebih lanjut, Subhan merangkum garis besar kajian yang disampaikan oleh para guru besar yang baru dikukuhkan.

Prof. Budi Sudrajat menyampaikan pemikirannya mengenai peran perguruan tinggi keagamaan dalam mendukung pemerintah melalui penguatan edukasi dan literasi keuangan sosial Islam, dengan fokus pada pengembangan filantrofi Islam.

Prof. Muhammad Ishom menyoroti pentingnya keberadaan peradilan anak dalam memastikan penetapan ahli waris yang adil, terutama bagi anak yang berbeda agama dengan orang tuanya.

Sementara itu, Prof. Hj. Umdatul Hasanah menekankan perlunya transformasi dakwah yang didasarkan pada ilmu dan keahlian yang otoritatif, terutama dalam menyikapi tren dakwah di era digital.

"Gagasan para guru besar ini tentu saja perlu diapresiasi, diberikan ruang akademik yang seluas-luasnya untuk berkembang dan berkontribusi dalam pengembangan keilmuan di kampus," paparnya.

Beliau juga menyinggung peran penting perguruan tinggi sebagai pusat penciptaan dan pengembangan ilmu melalui penelitian dan publikasi, lantaran guru besar menjadi figur sentral sebagai pendidik, peneliti, dan pemimpin pemikiran.

"Perlu kita sadari bahwa gelar profesor bukanlah akhir dari perjalanan akademik melainkan titik awal dari pengabdian yang lebih luas," pungkasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait