Warga KSB Terpaksa Gali Sumur, Aliran Air Bersih Diduga Sengaja Disetop
TitikKata.com-PT Jakarta Propertindo (Jakpro) kembali memutus akses air bersih bagi warga eks Kampung Bayam yang saat ini menempati Kampung Susun Bayam (KSB) Papanggo, Jakarta Utara.
Ditemui TitikKata, Rabu (10/1/2024) di KSB, Jakarta Utara, warga KSB Muhammad Furqon mengatakan untuk mengatasi hal demikian mereka harus menggali sumur.
"Setelah dimatikan karena kami memang asli penduduk sini, petani disini terbiasa memakai air tanah ya kita gali, sumur yang tadi kita buat itu. Memang dari awal kita sudah buat semenjak kita datang disini Karena walau bagaimanapun tanamankan musti di rawat, apalagi kita bener-bener tidak diberikan air ya mau tidak mau kita harus mencari solusi. Airkan kebutuhan yang memang hak dasar kehidupan makanya kita gali sumur. Kalau dibilang kita disini kita nyerobot pengrusakan padahal kami disini merawat, sampai-sampai kebutuhan air kita yang dimatikan ya kita pakai air sumur, gak ada yang namanya kita merusak punya kita sendiri kan gak mungkin gitu," katanya.
Akses air tersebut diputus, kata Furqon usai mediasi dengan pihak PT Jakpro di Polres Metro Jakarta Utara pada Senin (8/1/2024) kemarin.
"Pas sejak kemarin dialog itu seharusnya ada kelanjutan itu ya kurang lebih pukul 3 sore sudah mati. Udah gak bisa kita ambil lagi, padahal itu kan fasilitas umum baik orang proyek maupun siapun disitu ya kita juga ikut ambil air disitu, itupun masih diperkarakan katanya kita nyolong gitu. Kalau mau yang memanfaatkan itu juga dilaporkan semua lah bukan kita saja. Ya sekarang dimatiin karena mereka fasilitas proyek ya mereka ambil dari dalam kan gitu," katanya.
Untuk diketahui, sebelum warga eks Kampung Bayam menempati KSB fasilitas seperti lampu dan air bersih 24 jam dinyalakan. Namun, setelah keberadaan warga eks Kampung Bayam, PT Jakpro memutus semua akses fasilitas-fasilitas tersebut.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS