Loading...

Warga Pantura Tangerang Diminta Waspada Terhadap Fenomena New Moon

Warga Pantura Tangerang Diminta Waspada Terhadap Fenomena New Moon
Ujat Sudrajat, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang @ CNC
Reporter: Cnc | Editor: Tama

TitikKata.com - Pemerintah Kabupaten Tangerang, mengimbau masyarakat pesisir di wilayah utara Kabupaten Tangerang, waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat menimbulkan banjir rob dan ancaman cuaca buruk terhadap para nelayan.

Hal itu, ditegaskan Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, usai menerima rilis BMKG terkait fase bulan baru atau New Moon yang diprediksi terjadi pada pekan ketiga Januari 2023 ini.

"Berdasarkan rilis BMKG, tanggal 18 Januari masuk fenomena new moon (fase bulan baru). Puncaknya pantai utara Jawa pada tanggal 18 sampai 24 Januari. Kalau untuk wilayah perairan Banten, secara keseluruhan tanggal 18-25 ini," ungkap Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, dikonfirmasi Kamis (19/1/2023).

Dia menerangkan bahwa fase bulan baru, berdasarkan ramalan cuaca BMKG berpotensi menyebabkan pawangnya gelombang laut yang dapat menimbulkan rob pada wilayah pesisir. Seperti wilayah Kecamatan Kosambi, Teluknaga, Mauk, Kronjo dan Pakuhaji, pada wilayah Kabupaten Tangerang.

"Kami bisa imbau kepada masyarakat khususnya warga di pesisir Pantura Tangerang, untuk selalu waspada dan selalu mengapdet informasi dari BMKG atau bisa juga komunikasi dengan BPBD dengan call center 112 dan layanan hot line 021-5984343," jelas dia.

Dia berharap, dengan peringatan dini dari BMKG tersebut masyarkat pesisir utara dan nelayan pantura Tangerang, mewaspadai gelombang tinggi tersebut.

"Jadi imbauan kami tetap harus waspada, siaga. Ini memang perkiraan since dan kita harapkan tidak terjadi fenomena itu," ungkapnya.

Dengan adanya peringatan dini tersebut, dirinya juga telah meminta para Camat di wilayah pesisir utara Tangerang, untuk melakukan sosialisasi dan kewaspadaan dini. 

"Tadi pagi komunikasi dengan para cama di pantura dan mereka sudah melakukan normalisasi di kali-kali saluran ke muara dengan meminta bantuan ke pengembang agar meminimalisir kejadian bila air laut pasang. Kita jugaa tidak menginginkan ada perahu nelayan yang kembali karam seperti 10 nelayan kemarin," tegas dia.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait