Warga Serua Ciputat Bergerak Mandiri, Ratusan Biopori Jadi Senjata Lawan Sampah
Titikkata.com - Di tengah belum tuntasnya persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan, warga Perumahan Bukit Nusa Indah, Serua, Kecamatan Ciputat, memilih tidak berpangku tangan.
Dengan semangat gotong royong, warga setempat membuat puluhan lubang biopori sebagai solusi sederhana untuk mengolah sampah organik langsung dari rumah.
Inisiatif ini digagas oleh warga RT 05 dan RT 06 RW 13. Lubang biopori tersebut dimanfaatkan untuk menampung sisa makanan dan sampah organik rumah tangga agar dapat terurai secara alami di dalam tanah, sehingga mengurangi volume sampah yang biasanya berakhir di tempat penampungan sementara.
Ketua RT setempat, Pramono Subekti, menjelaskan bahwa program biopori sebenarnya sudah lama dirancang.
Namun baru bisa direalisasikan saat ini berkat kesadaran kolektif warga terhadap pentingnya peran masyarakat dalam penanganan sampah.
Menurut Pramono, persoalan sampah tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah daerah. Warga sebagai penghasil sampah juga harus mengambil bagian dalam pengelolaannya.
“Kami ingin memulai dari rumah masing-masing. Biopori ini langkah kecil, tapi nyata untuk mengurangi sampah. Jangan semua dibebankan ke Pemkot Tangsel,” ujar Pramono, Kamis (18/12/2025).
Ke depan, warga menargetkan pembangunan hingga 300 lubang biopori di lingkungan tersebut.
Setiap rumah direncanakan memiliki sekitar tiga lubang biopori dengan kedalaman kurang lebih satu meter. Seluruh proses pembuatan dilakukan secara bertahap dengan dana swadaya masyarakat.
Tak berhenti pada pengolahan sampah organik, warga juga mulai menyiapkan langkah lanjutan untuk sampah non-organik.
Salah satunya dengan rencana pembentukan bank sampah agar sampah anorganik dapat dikelola lebih sistematis sekaligus bernilai ekonomi.
“Harapannya, pengelolaan sampah bisa dimulai dari lingkungan sendiri. Pemerintah tentu tetap berperan, tapi masyarakat juga harus bergerak bersama,” katanya.
Sementara itu, salah satu warga, Zulkifli, menilai gerakan biopori ini sebagai bentuk tanggung jawab bersama atas persoalan sampah.
Ia menegaskan, masyarakat tidak bisa terus-menerus menyalahkan pemerintah tanpa melakukan upaya dari lingkungan terkecil.
“Kita ini penghasil sampah, jadi sudah seharusnya ikut bertanggung jawab. Biopori ini solusi yang bisa langsung diterapkan dari rumah,” ungkapnya.
Zulkifli pun mengajak warga Tangerang Selatan lainnya untuk mulai mengelola sampah organik secara mandiri.
Menurutnya, jika langkah serupa diterapkan di banyak lingkungan, dampaknya akan sangat signifikan dalam mengurangi persoalan sampah di kota ini.
“Kalau ini jadi gerakan bersama, masalah sampah pasti bisa ditekan,” pungkasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS