Loading...

33 Ribu Warga Banten Terkena TBC, Dinkes Banten Lakukan Hal Ini

33 Ribu Warga Banten Terkena TBC, Dinkes Banten Lakukan Hal Ini
Kepala Dinkes Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti @ M. Jen
Reporter: M Jen | Editor: Tama

TitikKata.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, mencatat penderita Tuberkulosis (TBC) di wilayah itu diperkirakan mencapai 33 ribu orang. Sampai dengan Oktober 2022 lalu, Pemprov Banten sudah mendata 28 ribu orang penderita kasus tersebut. 

Kepala Dinkes Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengungkapkan pihaknya akan melakukan penanganan TBC dari hulu sampai ke hilir dengan beberapa strategi yang wajib dilakukan setiap daerah.

"Pertama komitmen dari pemangku kebijakan dalam hal ini kepala deaerah baik Provinsi maupun Kabupaten dan Kota," ucap Ati saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (2/2/2023).

Kemudian meningkatkan pelayanan kesehatan dengan menambah 304 akses layanan dalam penanggulangan TB yang tersebar di  Puskesmas, Rumah Sakit dan klinik yang ada di Banten.

Ati mengungkapan pembangunan publik private mix dengan melibatkan peran rumah sakit atau Faskes swasta agar turut serta dalam penanggulangan TBC di wilayah Banten. 

"Kita meningkatkan screening dari semua yang terduga TBC, dilakukan screening untuk memutus rantai penularan. Kita punya terapi pencegahan TBC (TPT), dan tahapannya mulai tahun ini kita akan lebih kuatkan lagi. Jadi, bagi orang-orang yg satu rumah dengan penderita TB agar dia tidak tertular, maka dia dikasih terapi pencegahan sebelum terkena TBC," pungkas Ati. Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, mencatat penderita Tuberkulosis (TBC) di wilayah itu diperkirakan mencapai 33 ribu orang. Sampai dengan Oktober 2022 lalu, Pemprov Banten sudah mendata 28 ribu orang penderita kasus tersebut.

Kepala Dinkes Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengungkapkan pihaknya akan melakukan penanganan TBC dari hulu sampai ke hilir dengan beberapa strategi yang wajib dilakukan setiap daerah.

"Pertama komitmen dari pemangku kebijakan dalam hal ini kepala deaerah baik Provinsi maupun Kabupaten dan Kota," ucap Ati saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (2/2/2023).

Kemudian meningkatkan pelayanan kesehatan dengan menambah 304 akses layanan dalam penanggulangan TB yang tersebar di  Puskesmas, Rumah Sakit dan klinik yang ada di Banten.

Ati mengungkapan pembangunan publik private mix dengan melibatkan peran rumah sakit atau Faskes swasta agar turut serta dalam penanggulangan TBC di wilayah Banten. 

"Kita meningkatkan screening d yang terduga TBC, dilakukan screening untuk memutus rantai penularan. Kita punya terapi pencegahan TBC (TPT), dan tahapannya mulai tahun ini kita akan lebih kuatkan lagi. Jadi, bagi orang-orang yg satu rumah dengan penderita TB agar dia tidak tertular, maka dia dikasih terapi pencegahan sebelum terkena TBC," pungkas Ati.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait