Abu Hitam Diduga dari PT Cisadane Raya Chemical Cemari Permukiman Warga Karawaci
Titikkata.com - Warga yang tinggal di Jalan Imam Bonjol, Gang Buntu, RT 01/RW 04, Kelurahan Bojong Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang mengeluhkan adanya polusi debu dan abu batu bara yang diduga berasal dari aktivitas operasional PT Cisadane Raya Chemical (CRC).
Menurut keterangan warga, abu berwarna hitam yang diduga berasal dari cerobong pembakaran perusahaan kerap terbawa angin hingga memasuki area permukiman dan mengotori lingkungan sekitar.
Salah seorang warga berinisial M mengaku kondisi tersebut terjadi hampir setiap hari. Akibatnya, rumah dan pekarangan warga sering dipenuhi abu sehingga harus dibersihkan secara rutin.
"Kalau enggak nyapu tiap pagi ya kotor, kalau enggak disapu kotor terus. Kena abu batu bara dari CRC. Suka ngebul dari cerobong asap pembakaran, bikin kotor," ujar M kepada wartawan.
M menjelaskan, debu yang berasal dari kawasan pabrik membuat warga harus membersihkan rumah dan halaman lebih sering dari biasanya.
Bahkan, aktivitas menyapu dilakukan setidaknya dua kali dalam sehari, yakni pada pagi dan sore hari.
Menurutnya, apabila tidak segera dibersihkan, abu hitam tersebut akan menempel dan menumpuk di berbagai sudut rumah, mulai dari lantai, teras hingga perabotan.
"Jadi tiap pagi sama sore itu harus nyapu, sehari dua kali," katanya.
Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, warga juga mengaku khawatir terhadap potensi gangguan kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat paparan debu dan asap pembakaran tersebut.
M menyebut, anak-anak yang tinggal di lingkungan itu kerap mengalami batuk.
Selain itu, pakaian yang dijemur di luar rumah juga sering terkena abu sehingga menjadi kotor.
"Anak-anak suka batuk. Jemuran kalau di luar juga kotor, kena baju," ungkapnya.
Ia menambahkan, persoalan tersebut telah berlangsung cukup lama dan bukan pertama kali dirasakan warga.
Sejumlah keluhan juga disebut telah beberapa kali disampaikan kepada pihak perusahaan.
Meski demikian, M menilai upaya penanganan yang dilakukan belum mampu menyelesaikan persoalan secara menyeluruh sehingga keluhan serupa masih terus terjadi hingga saat ini.
"Sudah lama penyebabnya pabrik. Kami sudah lama di sini. Kadang lapor terus ditangani, tapi begitu saja. Karena kita warga biasa jadi ya begitu saja. Paling ada yang datang cuma nanya-nanya," ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, TitikKata masih berupaya menghimpun informasi lebih lanjut serta melakukan konfirmasi kepada pihak PT Cisadane Raya Chemical terkait keluhan yang disampaikan warga.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS