APBD Banten 2027 Diprediksi Turun Rp1 Triliun, Wagub Dimyati Natakusumah Ungkap Penyebabnya
Titikkata.com - Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah memprediksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten tahun 2027 akan mengalami penurunan hingga Rp1 triliun.
Menurutnya, proyeksi tersebut didasarkan pada perhitungan awal Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang menganalisis tren penurunan pendapatan daerah dan alokasi transfer dari pemerintah pusat.
“Kita sudah punya perhitungan-perhitungan, karena birokrasi pasti sudah menghitung tuh per hari dapat berapa, per bulan dapat berapa, kemungkinan pasti turun,” ucap Dimyati, pada Selasa (28/4/2026).
Mantan Bupati Pandeglang itu menerangkan, faktor penururnan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dipicu dari sektor pajak kendaraan bermotor.
“Otomatis karena PKB, BBNKB kan pasti berkurang, karena adanya mobil listrik,” katanya.
Selain itu, Dimyati juga mengeluhkan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat dinilai tidak adil.
Menurutnya, daerah dengan kemandirian fiskal yang tinggi seperti Banten harusnya mendapatkan porsi transfer yang besar.
“TKD juga dari pusat otomatis dikurangin, kita dengan kemandirian daerah yang besar harusnya TKD nya besar, bukan kemandirian besar TKD nya dikurangi,“ terang dia.
Disisi lain, Dimyati juga menyebut, pabrik-pabrik yang bercokol di Banten tidak berbanding lurus dengan kontribusi ke daerah.
“Banten kaya SDA kaya dengan industri di kita kan banyak, tapi perusahaannya di Jakarta semua, NPWP Jakarta, bayar pajak Jakarta, otomatis bagi hasilnya di Jakarta ya kita berharap di Banten. Kewenangan ini kan di pusat, di mana pabrik berdiri disitu harus pajaknya disitu. Jadi itu yang kita berharap pada pusat bagaimana supaya daerah jangan impak ya saja,” tandasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS