Loading...

Bapenda Kabupaten Serang Lakukan Cara Ini, Sebab PAD 2023 Lebih Rendah Dari Target

Bapenda Kabupaten Serang Lakukan Cara Ini, Sebab PAD 2023 Lebih Rendah Dari Target
Kabid Penagihan, Verifikasi, dan Pemeriksaan Bapenda Kabupaten Serang Nizamudin Muluk. Foto: Uqel
Reporter: Uqel | Editor: Tama

TitikKata.com-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang mencatat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Serang hingga November 2023 ini masih belum mencapai target. 

Hal itu dikatakan, Kabid Penagihan, Verifikasi, dan Pemeriksaan Bapenda Kabupaten Serang Nizamudin Muluk kepada TitikKata di Kantor Bapenda Kabupaten Serang, pada Kamis (21/12/2023).

"Untuk PAD Kabupaten Serang sampai per tanggal hari ini sudah mencapai 73,52 persen atau sekitar Rp505.839.356.479 dan ini belum final karena kita Bapenda masih melakukan pengejaran potensi serta penagihan untuk target di tahun 2023 ini. Dari yang ditargetkan itu sekitar Rp687.998.284.828 itu target yang di perubahan tahun 2023 ini," ujar Nizam kepada Titikkata di ruang kerjanya kantor Bapenda Kabupaten Serang, Kamis (21/12/2023). 

Sehingga, kata Nizam, Pemkab Serang masih akan terus menggenjot pencapain PAD dengan sisa waktu yang ada dari beberapa potensi pajak lainnya. 

"Sisa nya masih ada sekitar 27 persen tapi sekali lagi ini belum final karena saat ini pun kaya pajak hotel kita baru 99% dan ini kita sedang melakukan pengejaran untuk pajak hotel dari tunggakan pajak. Per hari ini hotel Marbella masuk 460 juta mungkin pondok layung juga akan masuk sehingga dipastikan untuk pajak hotel itu mencapai target 100 persen," katanya. 

Nizam menuturkan, dari beberapa sektor pajak yang ada di Kabupaten Serang yang memiliki potensi pajak tinggi itu meliputi Pajak Penerangan Jalan atau PPJ, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB. 

"Kalau yang masih rendah untuk saat ini dari sektor BPHTB karena kota menaikan target nya sekitar 300 miliar lebih di perubahan ini dengan berasumsi ada potensi satu PT hampir 6ribu hektare dan ternyata banyak sekali potensi pembebasan nya di off kan di bulan ini alasan mereka masih menunggu kontestasi politik. Di beberapa pembebasan sih mereka ada berkaitan dengan politik ini, itu jadi salah satu faktor, bukan faktor utama," paparnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait