Berburu Cuan di Wisata Religi Banten Lama, Lewat Jasa Fotografi
TitikKata.com - Kawasan Wisata Religi Banten Lama, Kota Serang, Provinsi Banten, seperti tak pernah berhenti dari aktivitas peziarah maupun wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat lokasi bersejarah di Banten. Tidak hanya sekadar berziarah di makam Sultan Maulana Hasanuddin, kawasan wisata Banten lama ini juga menjadi magnet wisatawan domestik, walau hanya untuk sekadar menikmati suasana keindahan kawasan bernilai bersejarah dan religi di Ibu Kota Provinsi Banten.
Hiruk pikuk yang tak pernah sepi di kawasan religi Banten lama ini dimanfaatkan oleh ratusan fotografer yang tergabung dalam komunitas Paguyuban Fotografer Kawasan Wisata Religi Banten Lama. Di tempat itu, mereka berburu cuan dari hasil jasa fotografi yang diinginkan pelancong dan peziarah.
Salah satu anggota paguyuban fotografer, Roni kepada TitikKata.com, menceritakan dirinya sudah enam tahun menggeluti usaha jasa foto sebelum pembangunan revitalisasi kawasan wisata religi Banten Lama pada 2018 lalu.
"Sudah enam tahun (jadi fotografer wisata religi Banten Lama), kalau pembangunan inimah baru ini 5 tahun," kata dia ditemui, Minggu (12/2/2023).
Dia bersama rekan seprofesinya selalu berkeliling di kawasan wisata religi Banten lama, untuk menawarkan jasa foto kepada wisawatan baik lokal maupun luar kota. Untuk penghasilannya pun tidak menentu. Tapi pada waktu-waktu tertentu, Roni dan rekan-rekannya bisa meraup untung hingga jutaan rupiah dalam sehari.
"Nggak menentu, kalau hari ini baru terjual 10 lembar. Kecuali hari Sabtu dan Minggu, kalau hari hari biasa relatif sepi," sambung dia.
Dia menuturkan, pendapat harian paling tinggi Rp100 ribu pada hari Sabtu dan Minggu. Bahkan di hari-hari bisa dia juga sering kali tidak dapat pelanggan karena kondisi wisata Banten lama yang sepi.
"Nggak menentu namanya usaha. Dapat Rp100 ribu kalau hari Sabtu-Minggu itu pasti, kalau hari-hari biasamah nggak," ungkapnya.
Namun jangan salah, para pengais rejeki ini malah bisa meraup pundi-pundi hingga jutaan rupiah dalam sehari, jika wisatawan dalam momen-momen tertentu datang membludak ke lokasi wisata religi tersebut. Seperti pada bulan Maulid atau bulan kedelapan atau bulan Ruwah yang biasa terjadi lonjakan kunjungan wisatawan terutama peziarah.
Pada momen itu, para pelaku usaha jasa foto akan meraup keuntungan besar hingga memperoleh jutaan rupiah dari hasil jepretanya.
"Paling ramai Bulan Maulid, Syawal (hari raya idul fitri), bulan Haji (Dzulhijjah) sama bulan Ruwah ( satu bulan menjelang ramadhan). Tapi yang paling ramai bulan Syawal, habis lebaran ramai," pungkasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS