Loading...

Bersama Ulama dan Tokoh di Banten, FKKM Bahas PSN PIK 2

Bersama Ulama dan Tokoh di Banten, FKKM Bahas PSN PIK 2
Forum Kebangsaan dan Kemaslahatan Masyarakat (FKKM) menggelar silaturahmi kebangsaan bersama ulama dan tokoh Se-Provinsi Banten di Resto Istana Nelayan, Kota Tangerang, Senin (6/1/2025). Foto: Titikkata
Reporter: Redaksi | Editor: Lani

Titikkata.com - Forum Kebangsaan dan Kemaslahatan Masyarakat (FKKM) menggelar silaturahmi kebangsaan bersama ulama dan tokoh Se-Provinsi Banten di Resto Istana Nelayan, Kota Tangerang, Senin (6/1/2025)

Ditemui usai kegiatan, Ketua Pelaksana kegiatan, Didin Syahfudin menjelaskan tujuan kegiatan tersebut

"Jadi yang kita bicarakan disini tentang PSN (Proyek Strategis Nasional) yang tepatnya di PIK 2 lokasinya. Jadi yang kita bicara PSN. Kemudian setelah diberikan sosialisasi maka dilanjutakan dengan acara dialog diskusi, apakah itu terkait ada permasalahan, atau ada masukan, juga saran rekomendasi. Jadi pertemuan hari ini itu harapannya silaturahim kebangsaan kita dapatkan dilaksanakan, kemudian dapat ilmu dari Guru kita Buya K.H Said Aqil Siradj, yang ketiga pihak PIK 2 juga memberikan paparan tentang proyek PSN PIK 2," jelasnya. 

Sementara, tokoh ulama Kiayi Haji Said Sirad yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan dukungannya terhadap PSN di PIK 2.

"Sebenarnya saya bukan siapa-siapa ya,  karena saya melihat kegaduhan di Tangerang, saya terpacu juga. Saya cuma bicarakan PSN, Proyek PIK nya tidak, itu bisnis, PSN dinamakan Ihya ill Mawat, menghidupkan tanah yang terlantar. Kalau ada tanah terus kita biarkan, itu dosa. Makanya kalau ada kesempatan kenapa tidak kita dukung. Adapun yang sifatnya ya, ada sesuatu yang harus diselesaikan ya selesaikan dengan baik-baik," paparnya. 

Sementara itu, tokoh agama lainnya, Wakil Ketua Bagian Wakap PCNU Kabupaten Tangerang, Marjuk Bin Abdullah berpandangan terkait proyek PSN PIK 2.

"Kalau untuk PSN setuju saya yang disampaikan oleh para masyarakat Banten. Sebetulnya kalau tanah itu mulai dari Dadap sampai ke Bajonegaro itu sangat berbahaya sekali, karena PIK itu kan menggangu aktivitas masyarakat terutama saat ini nih, seperti mobil tanah itu, urugan itu, paling berbahaya itu. Apa dasarnya, dari jam 6 pagi sampai jam 5, sampai jam 10 malam. Jadi kesannya sangat orang warga itu takut, gitu doang masalah urugan," ujarnya. 

Lebih lanjut Marjuk menyampaikan ketakutan warga dengan adanya PSN di PIK yang dibangun oleh pihak PIK itu sendiri.

"Kalau biacara untuk kedepan bisa ditolak sebetulnya, karena memang kata nya PIK itu bedanya dengan PIK 1 dan PIK 2, katanya berbahaya PIK 1 itu, kata informasi katanya diatas negara katanya, PIK 1 itu diatas negara gitu, contohnya kalau orang mau masuk ke PIK 1 yang di Kapuk kan, harus pake pisah segala macem. Makanya kita itu takut, takutnya PSN ini dibangun kan oleh PIK, tiba-tiba ujungnya kan kita mau masuk aja kita mesti bayar, gitu maksudnya, seperti di ancol," terangnya. 

"Ya harapannya yang paling utama kalau bicara PIK dan PSN itu dibangun memang sebetulnya oke-oke saja, tapi yang penting dengan dasar itu harapanya, satu tidak menggangu masyarakat, dan harga tanahnya ngga 50 ribu itu merugikan masyarakat, kayak NJOP dulu nya pak itu sertus ribu. Sekarang turun gitu, sampai diturun kan oleh BPN Rp.48.000 itu hasil usulan dari alasannya masyarakat padahal masyarakat tidak mengusulkan," tambahnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait