Loading...

Dibangun Hampir Rp1 T, Wajah Banten International Stadium Tampak Tak Terurus

Dibangun Hampir Rp1 T, Wajah Banten International Stadium Tampak Tak Terurus
Reporter: Jejen | Editor: Tama

Titikkata.com - Stadion Internasional Banten atau  lebih populer dikenal Banten Internasional Stadium yang berlokasi di Sindangsari, Pabuaran, Serang, kini nampak terkesan terbengkalai seperti tidak terawat.

Sebab, sejak diresmikan dua tahun lalu pada 9 Mei 2022, stadion yang dibangun diatas lahan seluas 60 hektar dengan menghabiskan anggaran hampir Rp1 triliun atau tepat Rp874,3 miliar ini, tidak pernah digunakan untuk event pertandingan resmi.

Pantauan TitikKata dilapangan, kondisi area stadion yang tidak jauh dari pusat Pemerintah Provinsi Banten atau terletak di Jalan Raya Serang-Pandeglang, Kemanisan, Curug, Kota Serang, itu nampak terlihat mulai dari pintu masuk hingga gerbang stadion ditumbuhi ilalang.

Mirisnya lagi, landmark bertuliskan ‘Banten International Stadium’ nyaris tidak terlihat ditutupi oleh semak belukar.

Namun, wartawan TitikKata tidak bisa masuk ke area dalam stadion, lantaran seluruh pintu masuk stadion berkapasitas 30.000 penonton itu terkunci rapat-rapat.

Terpantau dari luar, kursi hingga rumput di dalam stadion nampak masih terawat dengan baik. Namun kondisi itu justru berbanding terbalik dengan area luar stadion yang dipenuhi semak belukar hingga pagar-pagar terlihat berkarat seakan tidak terurus.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan, kepada TitikKata saat ditemui di gedung DPRD Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Jumat (17/5/2024), membenarkan stadion tersebut belum bisa dipergunakan, karena masih menunggu investor yang masuk.

“Kita soundingkan ke investor, jadi ada beberapa yang sudah pernah melihat ke BIS tapi mereka belum masukkan penawaran surat minatnya. Kami juga sudah jelaskan bagaimana infrastuktur jalannya kami sedang membangun jalan Baros-Petir sebagai pengalih lalu lintas nanti pada saat di stadion sendiri ada event,” ujar Arlan.

Meski tidak digunakan, kata Arlan, Pemprov terus menjaga stadion dengan mengalokasi anggaran Rp1,5 miliar per tahun untuk biaya pemeliharaan. Anggaran tersebut lebih kecil dari sebelumnya Rp12 miliar per tahun.

“Anggaran pemeliharaan kita kurang lebih Rp1,5 miliar per tahun. Itu sudah termasuk biaya listri, karena biaya listrik saja perkiraan hampir Rp1 miliar. Sisanya untuk pemeliharaan bangunan,” katanya.

“Lebih kecil karena memang sebelumnya ada beberapa yang teranggarkan, tapi sekarang kita sudah melakukan efisiensi mana yang menjadi skala prioritas, karena konteksnya hanya menjaga kondisi aja.

Disinggung soal area stadion yang tidak terawat dipenuhi semak belukar dan ilalang, Arlan beralasan karena keterbatasan anggaran, sehingga akan diserahkan kepada investor untuk mengelola dan membangun fasilitas di area stadion.

“Nah itu kita serahkan ke investor. Jadi di kita dokumen kelayakan itu ada bangunan-bangunan yang harus dibangun pada saat investor melakukan kerjasama dengan pemeritnah Provinsi Banten. Jadi semua termasuk sirkuit, fasilitas hotel atau yang lainnya,” terang Arlan.

Terkait akses jalan menuju stadion yang belum memadai, Arlan mengakui, sudah berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) untuk memperbaiki akses ke Stadion Internasional Banten.

“Kita juga kemarin sudah koordinasi dengan BPJN, karena BPJN sekarang sedang ada pekerjaan untuk rehabilitasi jalan Serang-Pandeglang. Itu kita minta area gerbang sepanjang 50 meter itu nanti akan ikut dibangun sebagai terminal awal,”

Lebih lanjut Arlan mengungkapkan, Pemprov Banten terus membuka penjajakan pasar bagi investor untuk mengelola stadion tersebut. Saat ini baru ada dua investor yang sudah menjalin komunikasi dengan Pemprov.

“Kemarin baru dua investor yang datang yah, yang kami antar kunjungan kalau ngga salah oleh Kabid bidang Cipta Karya, kita sedang nunggu minatnya,” tandasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait