Dimyati Ultimatum SMAN 2 Serang: Terbukti Curang di SPMB, Kepala Sekolah Dicopot!
Titikkata.com - Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA Negeri 2 Serang diduga terjadi permainan nakal di Jalur Prestasi Non Akademik.
Keluhan datang dari wali murid calon peserta didik yakni Novi.
Nama sang anak yakni NMH yang memiliki bobot 6 dan menempati urutan 13 terlempar dari daftar diterima.
Namun, yang menjadi keluhannya diduga terjadi permainan nakal terdapat siswa dengan bobot 5 telah diterima di SMAN 2 Serang.
Sedangkan, melihat dari akun resmi SPMB Banten dari kuota yang disediakan SMAN 2 Serang sebanyak 20 orang, bobot nilai paling rendah 10.
“Kalau memang ada peserta dengan bobot nilai 5 yang diterima, seharusnya anak saya yang memiliki bobot nilai 6 juga mendapat kesempatan yang sama, yang saya pertanyakan bukan hanya hasilnya, tapi proses dan transparasinya,” tegasnya.
Terpisah, Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah yang mendengar kabar tersebut sangat murka.
Bahkan, akan mencopot Kepala SMAN 2 Serang jika terjadi permainan nakal di SPMB Banten.
“Kasih tahu ke saya, kirim ke saya pengaduan nanti kalau disitu ada terjadi human error atau kesalahan kepala sekolahnya saya copot,” ujar Dimyati di KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa (7/7/2026).
“Pokoknya ada yang dapat ketidakadilan lapor ke Wakil Gubernur, saya sikat beneran, ngga ada urusan,” sambung dia.
Dimyati menegaskan, proses SPMB harus berjalan transparan, objektif dan adil, praktik titip menitip atau intervensi kekuasaan melanggar prinsip keadilan.
“Intinya sekarang ini tidak boleh ada titipan-titipan, titipan dari Gubernur, Wagub, Dewan. Ngga boleh,” katanya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS