Loading...

Disdik Kabupaten Tangerang Terus Kebut Pemenuhan Sarana Prasarana TK Negeri

Disdik Kabupaten Tangerang Terus Kebut Pemenuhan Sarana Prasarana TK Negeri
Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pendidikan pada Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melakukan sederet persiapan menyongsong wajib belajar 13 tahun. Foto: ISTIMEWA
Reporter: Redaksi | Editor: Tama

Titikkata.com - Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pendidikan pada Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melakukan sederet persiapan menyongsong wajib belajar 13 tahun yang tengah direncanakan Pemerintah Pusat dan berlaku tahun 2025 mendatang.

Berdasarkan keterangan Kepala bidang PAUD, Ruslan Farid saat ditemui TitikKata di ruang kerjanya di Jalan Komplek Pemda Tigaraksa, sejak tahun 2022 Disdik menggelontarkan dana kurang lebih Rp10 Miliar untuk pembangunan fisik pada 18 Taman Kanak-Kanak Negeri guna mempersiapkan perihal terkait. 

Adapun rincian anggaran pembangunan sarana prasarana diantaranya tahun 2022 senilai Rp2.7 Miliar, tahun 2023 sebanyak Rp3 Miliar dan tahun 2024 Rp4.2 Miliar.

“Itu kesiapan kita sejak tahun 2022 sampai target kami 2025 khusus untuk TK Negeri, kami berharap selesai pembangunannya. Baik itu ruang kelas terpenuhi, kelengkapan lainnya, toilet, UKS, ruang gurunya, taman bermainnya, itu kita lengkapi. Sementara ini untuk 2024 pemenuhan sarana prasana sudah 80 persen,” katanya. 

“Sejak 2022 hingga 2024 kita membangun ruang guru sebanyak 6 ruang guru, untuk ruang UKS itu 6 ruang, area bermain ada 19 ruang dan ruang kelas dari 2022 itu sampai 2024 7 ruang. Kemudian ada rehabilitasi juga, rehabilitasi ruang kelas ada beberapa ruang kelas yang kita perbaiki, sudah ada 14 ruang,” paparnya.

Lebih lanjut kata Ruslan, selain pembangunan fisik, program pengembangan pengelolaan pendidikan anak usia dini juga dipersiapkan melalui peningkatan mutu melalui program pengembangan kelembagaan, dan kolaborasi beberapa OPD seperti program PAUD Holistik Integratif, dan program unggulan Bupati yakni gerakan bersama atasi stanting dan kemiskinan ekstrim (Gebrak Tegas).

“Kita punya program tadi ya program pembangunan sarpras sudah jelas, kemudian peningkatan mutu, ada proses belajar PAUD, ada pengembangan kelembagaannya, kemudian juga kita berkolaborasi juga dengan beberapa stek holder dan beberapa OPD, antara lain dengan Dinas Kesehatan dengan program PAUD HI, pengembangan anak usia dini holistik dan integratif,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala TK Negeri Pertiwi Cikupa, Idah Niawati saat diruang kerjanya, Selasa (10/9/2024), mengatakan, sekolahnya hanya memiliki luas lahan 450 meter namun sudah memiliki ruang UKS, ruang guru, 3 bangunan ruang kelas, taman bermain yang memadai, serta 3 wastafel cuci tangan dan 2 sanisek yang nyaman. 

 

Berbagai kelengkapan itu menunjang seluruh program seperti gerakan sekolah sehat sudah terlaksana. 

“Kita dengan 52 siswa dibagi menjadi 3 kelas, Insyallah sudah mencukupi kapasitas anak-anak untuk belajar di dalam kelas. Selain itu juga ruangan main terutama, untuk melatih fisik motoriknya allhamdulillah memadai, dan ini terutama ya dari dukungan Dinas Pendidikan,” katanya. (Advertorial)

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait