Anggaran Tenaga Ahli Pemprov Banten Terus Naik, Kini Tembus Rp55,47 Miliar
Titikkata.com - Berdasarkan Peraturan Gubernur nomor 49 tahun 2025 tentang penjabaran Alokasi Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026, belanja jasa tenaga ahli dilingkungan Pemerintah Provinsi Banten mencapai Rp55,47 miliar.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banten Mahdani, mengakui pihaknya akan mengkroscek ulang untuk nilai belanja jasa ahli tersebut.
"Ini lagi saya cek dulu. Kok sampai Rp55 miliar, nanti saya cek dulu. Lagi dicek anak-anak," kata Mahdani saat dikonfirmasi, pada Selasa (21/7/2026).
Mahdani menjelaskan, belanja jasa tenaga ahli lebih besar lantaran dalam sejumlah kasus terdapat kemungkinan beberapa jenis belanja masih tergabung dalam satu rekening anggaran.
"Bisa jadi ada yang tergabung ke situ. Biasa salah baca rekening. Misalnya aset, bensin, pajak kendaraan atau belanja lain yang masuk dalam satu kelompok rekening. Makanya sekarang lagi dipisah-pisah dulu," katanya.
Disinggung soal efisiensi, Mahdani berdalih pemerintah daerah tidak dapat serta-merta melakukan pergeseran anggaran jika kebutuhan belanja tersebut memang telah direncanakan dan dibutuhkan oleh perangkat daerah.
"Kalau memang benar dibutuhkan, ya enggak bisa dilakukan pergeseran begitu saja. Tapi sekarang kami cek dulu detailnya," terangnya.
Berdasarkan dokumen APBD Provinsi Banten, alokasi belanja jasa tenaga ahli terus mengalami kenaikan sejak 2024, pada tahun 2024 tercatat sekitar Rp38 miliar.
Setahun kemudian, anggaran tersebut melonjak menjadi Rp52,38 miliar pada APBD 2025 atau naik sekitar Rp14,38 miliar. Pada APBD 2026, Pemprov Banten kembali mengalokasikan Rp55,47 miliar untuk belanja jasa tenaga ahli atau bertambah sekitar Rp3,09 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, anggaran belanja tenaga ahli meningkat lebih dari Rp17 miliar dalam kurun dua tahun terakhir atau sekitar 46 persen dibandingkan 2024.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS