Disperindag Wanti-wanti Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Idul Adha
Titikkata.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, melakukan berbagai langkah antisipatif untuk mengendalikan fluktuasi harga bahan pokok penting (bapokting) agar tidak melonjak menjelang Idul Adha 1447 H pada tahun 2026.
“Yang masih tinggi itu cabai rawit merah atau cabai setan, pas Lebaran kemarin itu harganya naik Rp120 ribu, kemudian turun Rp30 ribu, sekarang naik lagi Rp60 ribu," ucap Kepala Disperindag Banten, Iwan Hermawan di KP3B, Senin (12/5/2026).
Menurutnya, pengendalian harga MinyakKita saat ini diangka Rp15.700 perliter dengan memotong rantai distribusi.
Dia bilang, bahwa pasokan kini diarahkan langsung dari produsen ke Bulog, lalu didistribusikan langsung ke pengecer.
"Tujuannya memotong rantai pasok agar harga terkendali. Kami bekerja sama dengan Bulog dan PTSI agar lebih banyak pedagang yang bisa disuplai," katanya.
Untuk memudahkan pedagang mendapatkan suplai, Disperindag juga memfasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara langsung di lokasi pasar. Langkah ini sudah mulai diimplementasikan di wilayah Baros dan Tangerang.
"Karena salah satu syaratnya itu mereka harus punya NIB," jelasnya.
Iwan mengungkapkan, bahwa pihaknya rutin melakukan penelusuran dari tingkat pengecer hingga produsen untuk mencegah penimbunan. Pengecer dilarang keras menjual kembali stok ke pedagang lain (grosir) karena titik akhir distribusi harus sampai ke tangan konsumen.
"Jadi sudah kita ingatkan kepada pedagang untuk tidak menjual lagi, harus kepada konsumen atau masyarakat langsung," pungkasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS