Gagal Panen Sebabkan Harga Timun Suri di Kota Serang Melambung
TitikKata.com- Memasuki hari pertama puasa Ramadhan 1444 hijriah tepat hari Kamis (23/3/2023), timun suri mulai dijajakan para pedagang di Kota Serang. Namun sayang pada musim puasa kali ini harga timun suri mengalami kenaikan dibandingkan bulan puasa tahun 2022 lalu.
Misalnya, untuk ukuran timun suri terkecil saja, pedagang membanderol seharga Rp8 ribu dari sebelumnya dijual hanya Rp5 ribu perbuah.
Faktor cuaca yang menyebabkan gagal panen oleh para petani, disebut-sebut menjadi biang utama kenaikan harga timun suri di Kota Serang, kali ini.
Ali, salah satu Pedagang timun suri di Jalan Ayip Usman No. 20, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten. menuturkan, para pedagang tahun ini kesulitan mendapatkan timun suri karena gagal panen petani. Selain, tidak banyak petani yang dia dapat temui memanen hasil pertanian timunnya.
“Nyari barang susah, karena dari petaninya jarang ada yang nanam, daripada tahun tahun kemarin. Pokoknya tahun sekarang itu sepi (penjual,red),” ujar Ali kepada Titikkata.com.
Menurut dia, akibat kelangkaan tersebut membuat harga timun suri naik, kini ukuran kecil dijual dengan harga Rp8 ribu, sementara ukuran paling besar berkisar Rp20 ribu perbuah.
“Harga tergantung ukuran, kalau disini ukuran kecil saya jual Rp15 ribu dua. Ukuran yang gede Rp20 ribu,” katanya.
Dia mengklaim harga tersebut terbilang cukup murah, sebab dirinya sudah menjadi langganan petani timun di Cangkring, Sawah Luhur, Kota Serang. Apabila bukan langganan, petani akan memberikan harga tinggi.
“Kan kita langganan, kadang kalau dari petaninya belum kenal, harganya melonjak tinggi, tapi kalau udah yang langganan mah nggak mahal nggak murah,” ungkapnya.
Dia berharap, para pembeli dapat memaklumi kenaikan harga timun suri tahun ini, harus saling mengerti sehingga pedang juga tidak rugi.
“Jadi tahun sekarang tuh, udah mah petaninya jarang ada yang nanam, dari pengencernya juga susah,” tandasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS