Loading...

Hidup Dalam Keterbatasan Santriwati Al Baqo Cilegon Punya Segudang Prestasi

Hidup Dalam Keterbatasan Santriwati Al Baqo Cilegon Punya Segudang Prestasi
Desti Fauziah, siswi kelas IX Madrasah Tsanawiyah Al-Khairiyah Banu Al-Qomar. Foto: Muhaimin
Reporter: Muhaimin | Editor: Tama

TitikKata.com-Desti Fauziah, siswi kelas IX Madrasah Tsanawiyah Al-Khairiyah Banu Al-Qomar (Al-Baqo), Kota Cilegon, Banten, telah dikenal oleh kalangan Pondok Pesantren dengan sejumlah prestasi yang telah diraihnya. 

Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, karena telah menjadi yatim, sejak kelas VII Tsanawiyah, Desti, tetap menunjukkan prestasi gemilangnya di berbagai bidang keilmuan baik agama dan pendidikan umum. Seperti, juara I cabang fahmil qur'an di Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Kota Cilegon, juara I musabaqah fahmil qur'an di Porseni Kota Cilegon, dan pernah juga menjuarai Olimpiade IPS Terintegrasi di Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Kota Cilegon. 

Ditemui TitikKata, di Pondok Pesantren Al-Khairiyah Banu Al-Qomar, Jalan Pabean, Purwakarta, Senin (12/6/2023) Desti meceritakan, kondisi kehidupan keluarganya yang sudah ditinggalkan ayah tercinta sejak beberapa tahun lalu. 

Beruntung, sang kakak yang menjadi tulang punggung keluarga rela banting tulang membantu kebutuhan biaya Desti bersama Ibundanya. Walau penghasilan sang Kakak, yang bekerja sebagai kurir kata Desti, hanya cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari di rumah dan pendidikan Desti di Pesantren. 

"Pengennya sih kalau bisa terwujud pengen sampai S3, sampai doktor. Pengen bikin majelis sendiri dan kalau bisa pengen punya lembaga pendidikan sendiri kaya punya Pondok sendiri," ungkapnya. 

Melihat kondisi yang dialami Desti Fauziah selama ini, Kepala Madrasah Tsanawiyah Al-Baqo, Ayatullah Marsai, merasa prihatin dengan kondisi anak didiknya tersebut. 

"Desti yang saya tahu hidup sama ibunya saja dan kakaknya dan kondisi yatim sejak kelas 2 MTS Sekarang yang jadi tulang punggung (keluarga), mungkin kakaknya ini, jadi secara ekonomi memang kita prihatin terhadap kondisi Desti," jelas Ayatullah. 

Namun di tengah kondisi yang dialami santriwatinya itu, Ayatullah merasa kagum kepada Desti yang sudah mampu banyak meraih prestasi di bidang akademik dan non-akademik. 

"Desti itu anak yang multitalenta menurut saya, dia menjuarai berbagai mata lomba. Dia pernah jadi juara 1 di musabaqah Fahmil Quran kemudian dia juga akademiknya pernah jadi juara 1 IPS tingkat kota Cilegon di ajang kompetensi sains madrasah. Selain itu juga, di akademik yang lain yang tidak dilombakan, (Desti) cepat dalam menangkap materi-materi baik materi yang bersifat umum maupun keagamaan," jelas Ayatullah.

Simak Video: Iti Jayabaya Ingin O2SN Hasilkan Atlet Kebanggaan Kabupaten Lebak


Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait