Loading...

Jelang Ramadan Kebutuhan Minyak Meningkat, Konsumsi Minyak Warga Kota Serang Tertinggi di Banten

Jelang Ramadan Kebutuhan Minyak Meningkat, Konsumsi Minyak Warga Kota Serang Tertinggi di Banten
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Babar Suharso. Foto: M.Jen
Reporter: M.Jen | Editor: Tama

TitikKata.com- Kebutuhan pokok masyarakat Banten, terhadap minyak goreng mengalami peningkatan menjelang bulan suci Ramadhan. Peningkatan konsumsi minyak nabati tersebut, paling tinggi terserap oleh warga di Kota Serang. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, Babar Suharso mengungkapkan, persediaan minyak goreng di setiap daerah di Banten disesuaikan dengan kebutuhan namun untuk Kota Serang, mengalami kenaikan konsumsi.

“Kota Serang memang ada kenaikan kebutuhan dari biasanya sebesar 62 ton. Artinya memang perlu tambahan pasokan,” ujar Babar kepada awak media saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa (21/3/2023).

Dia menuturkan, secara mekanisme distribusi yang dikelola Kementerian Perdagangan melalui sistem informasi sarana perdagangan (SISP), pasokan minyak di Banten telah berlimpah, dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Per Februari kita sudah 130 persen dari alokasi. Jadi udah 17 ribu ton dari 12 ribu ton yang dialokasikan. Nah bulan Maret itu sudah masuk 8.100 ton, mestinya sih menuju normal kalau minyak goreng,” katanya.

Dia memastikan, untuk kemasan minyak curah saat ini masih normal, namun distribusi penyaluran domestik market obligation atau DMO untuk Minyakita masih terbatas di tengah permintaan cukup tinggi. Untuk itu, pihaknya intens berkoordinasi dengan Kemendag yang memiliki kewenangan antara produsen dengan distribusi agar berjalan normal.

“Kita ada 12 produsen pasok ke Banten, kemudian untuk distributor besar ada 4 DI (distributor I), D2 (distributor II), ada 38 jumlah pemasoknya. Targetnya perminggu sekitar 2 ton harus sudah terdistribusi,” ungkap dia.

Lebih lanjut, dia menilai saat ini terjadi pergeseran pola belanja masyarakat, dari minyak curah ke Minyakita, sehingga permintaan tinggi, harga pasar juga naik.

“Orang lebih milih minyak kita, sekarang beli curah, beli kemasan karena HET (harga eceran tertinggi) sama,” tandasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait