Loading...

Kasus Stunting di Banten Menurun, Pemprov Giatkan Berbagai Program

Kasus Stunting di Banten Menurun, Pemprov Giatkan Berbagai Program
PJ Gubernur Banten Al Muktabar @ M.Jen
Reporter: M.Jen | Editor: Tama

TitikKata.com - Pj Gubernur Banten Al Muktabar, menegaskan penurunan angka stunting dan gizi buruk di wilayah Provinsi Banten, terjadi karena pemerintah menerapkan pendekatan tematik, komprehensif, integral dalam penanganan stunting dan gizi buruk, kemiskinan ekstrem, pengendalian inflasi hingga pemenuhan pelayanan dasar.

Berdasarkan Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022 Kementerian Kesehatan RI, angka stunting Provinsi Banten turun 4,5 persen menjadi 20 persen dari 24,5 persen di tahun 2021, pada tahun 2022 angka stunting nasional mencapai 21,6 persen.

"Secara umum stunting Banten menurun 4,5 persen, yang signifikan menurun ada di Tangsel, ada di Kota Tangerang dan beberapa  (daerah, red) lainnya," ucap Al Muktabar saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (6/2/2023).

Kata Al, stunting merupakan bagian yang akan dimasukan di tematik birokrasi. Artinya ada cascading diformulakan untuk item-item yang mengalami stunting didekati secara spesifik oleh berbagai komponen.

"Kita sedang mendorong sekarang menyiapkan agenda kalau selama ini kita lakukan memberi makan bergizi, telur dan susu itu kan terus menerus dilakukan menurunkan (stunting)," terangnya.

Kedepan, dia menuturkan akan menangani stunting berdasarkan nama dan alamat (by name by addrres) dipandu oleh aplikasi yang dibuat oleh Petaka.

"Untuk by name by addrres, perkemebangannya seperti apa, terapi yang sudah diberikan bagaimana, jadi terukur," tutur Al.

Selain itu, Dia berujar, akan melakukan pendekatan secara menyeluruh seperti TNI, Polri, ASN, Stackholder, perusahaan dengan CSR dibuka akses untuk penanganan stunting, gizi buruk, bahkan kemiskinan ekstrem.

Al juga menekankan untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Banten, untuk terlibat aktif dalam menekan angka stunting.

"Di Provinsi Banten sendiri, paling tidak ada 20 OPD yang terakses secara teknis dalam rangka pengurangan atau penurunan stunting," kata Al.

"PUPR membuka akses air bersih untuk kawasan-kawasan yang ada sentra-sentra stunting dan gizi buruk," jelas dia.

Dia mengungkapkan strategi dalam rangka penanganan stunting adalah dengan pola komprehentif integral dan untuk birokrasi cascading.

"Apa yang disebut birokrasi berdampak kita mengerjakan itu untuk masyarakat mendapatkan manfaat," pungkas Al.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait