Kejari Lebak Diminta Ungkap Nama Kampus Terindikasi Korupsi PIP
TitikKata.com-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) Kabupaten Lebak, mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak mempercepat penanganan kasus dugaan korupsi Program Indonesia Pintar (PIP).
Ketua KPC HMI MPO Lebak, Sahrul Gunawan meminta korps Adhyaksa di bawah komando Mayasari segera mengungkap ke publik nama kampus yang terindikasi melakukan praktek korupsi.
"HMI MPO meminta membuka identitas kampus yang terindikasi dalam kasus korupsi dana PIP. Sebagai mahasiswa maupun masyarakat Kabupaten Lebak agar Kejari membuka nama kampusnya,"kata Ketua KPC HMI MPO Lebak, Sahrul Gunawan di Rangkasbitung, Kamis (31/8/2023).
Sahrul khawatir, jika Kejari tidak segera mengungkap akan timbul persepsi semua kampus di Bumi Multatuli terindikasi korupsi PIP.
"Apabila tidak membuka cepat, tendensi masyarakat itu kemana-mana. Di Lebak ini ada beberapa kampus yang tercatat negeri maupun swasta. Nah kalau seperti itu persepsi masyarakat maupun mahasiswa maka otomatis akan menyimpulkan bahwa oknumnya itu semua kampus. Untuk menghindari itu makanya Kejari segera membuka,"terangnya.
Terlebih, Kejari Lebak telah melakukan pemeriksaan terhadap puluhan saksi baik dari unsur civitas akademik maupun bank penyalur.
"Penanganannya kami minta segera mungkin diusut tuntas jangan sampai penyelidikan terlihat alot. Karena tidak segera diusut tuntas maka otomatis akan muncul pertanyaan ini kenapa?,"kata Sahrul.
"Mahasiswa dan juga rakyat ini sangat menunggu kampus mana yang terindikasi dalam Kasus korupsi tersebut,"tambah dia.
Diketahui, soal dugaan korupsi dana PIP di salah satu kampus swasta di Lebak, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak sudah memeriksa 20 orang saksi.
Berdasarkan hasil penyelidikan, dugaan pemotongan terindikasi sekitar Rp500 sampai 1 juta setiap siswa.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS