Loading...

Kebiasaan BAB Sembarang Warga Kasemen Kota Serang

Kebiasaan BAB Sembarang Warga Kasemen Kota Serang
Toilet Umum di Kampung Tegal Duhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang @ Azzam
Reporter: Azzam | Editor: Tama

TitikKata.com - Fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, sebagai fasilitas toilet umum sebagai upaya mengurangi kebiasaan warga yang masih Buang Air Besar (BAB) sembarangan atau Dolbon nyatanya tidak efektif dimanfaatkan warga. 

Bukan tanpa alasan, keengganan warga menggunakan fasilitas publik yang dibangun melalui APBD itu karena fasilitas MCK yang kotor, kumuh dan menjijikkan. 

Seperti terlihat pada fasilitas MCK yang berada di Kampung Tegal Duhur, Kelurahan Bandung, Kecamatan Kasemen. Dari empat ruang toilet di lokasi, kolam penampungan air terlihat kering hingga berlumut. Begitu juga pada lantai dan dinding toilet yang sangat kusam sehingga membuat warga sekitar enggan untuk memanfaatkan fasilitas itu dan lebih memilih untuk BAB atau Dolbon.   

Lukman (24), warga Kota Serang, di Kampung tersebut, mengakui bahwa warga sekitar tidak sama sekali menggunakan fasilitas MCK yang dihadirkan dengan rasa bangga oleh Pemkot Serang. 

"Memang masyarakat disini lebih suka Dolbon," kata Lukman, warga setempat ditemui Jumat (3/2/2023).

Secara pribadi dia pun lebih memilih untuk BAB sembarangan atau menggunakan fasilitas kamar mandi Musala atau pulang ke rumah, dibanding ke MCK umum milik Pemkot.

“Umumnya warga juga seperti itu. Selain diluar daripada kebiasaan masyarakat yang masih suka Dolbon,” ungkap dia.

Menurutnya, warga sekitar Kasemen, umumnya kalangan lanjut usia, orang tua dan anak-anak kecil lebih senang melakukan Dolbon. Sedangkan untuk kalangan usia muda jarang melakukan Dolbon.

Diketahui sebelumnya, Pemkot Serang, yang merupakan Ibu Kota Provinsi Banten, ternyata masih ada warganya yang BAB sembarangan atau dikenal dengan Dolbon.

Meksi berstatus sebagai Ibu Kota Provinsi Banten, masih banyak warga Kota Serang yang BAB sembarangan atau dolbon merupakan realitas yang mencengangkan.

Sampai berita ini terbit, pihak Pemkot Kota Serang belum ada konfirmasi.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait