Loading...

Ki Wasyid dan Arsyad Thawil Didorong Jadi Pahlawan Nasional

Ki Wasyid dan Arsyad Thawil Didorong Jadi Pahlawan Nasional
Sejarawan Banten dan Warek 1 UIN SMH Banten, Prof. Mufti Ali. @azzam
Reporter: Azzam | Editor: Tama

TitikKata.com - Mendiang Ki Wasyid dan Arsyad Thawil didorong menjadi pahlawan nasional. Sebab, kedua tokoh Banten itu telah terbukti merupakan tokoh pejuang di Provinsi Banten, khususnya di wilayah Cilegon.

Sejarawan Provinsi Banten, yang juga Wakil
Rektor UIN Sunan Maulana Hasanudin, Serang, Mufti Ali, menilai, sosok Ki Wasyid dan Arsyad Thawil merupakan tokoh pejuang yang dimiliki Provinsi Banten. 

"Tercermin dari peristiwa Geger Cilegon itu sendiri, serta dibuangnya Ki Arsyad Thawil ke Manado, Sulawesi Utara. Sedangkan Ki Wasyid wafat di Banten," katanya. Senin, (13/2/23).

Mufti yang juga menjabat sebagai guru besar di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten itu mengklaim, bahwa beberapa tokoh sentral perang Geger Cilegon, seperti Ki Wasyid dan Ki Arsyad Thawil layak mendapat gelar pahlawan nasional.

Menurut Mufti, dari beberapa sumber buku dan jurnal karyanya, kiprah kedua tokoh Banten, Ki Wasyid dan Arsyad Thawil dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda sangat nyata. 

“Beliau-beliau itu aktivis yang aktif perjuangannya dalam pemberontakan masyarakat Banten melawan Belanda. Hal itu yang mendorong Belanda kemudian segera membuat kebijakan politik etis,” ujarnya yang juga terpilih sebagai Wakil Rektor UIN SMH Banten Bidang Akademik dan Kelembagaan.

Menurut Mufti, peristiwa Geger Cilegon itu jelas berdampak terhadap semangat nasionalisme serta berubahnya kebijakan pemerintah kolonial Belanda terhadap kaum pribumi.

Berdasarkan jurnal lama yang ada di Manado, Ki Arsyad Thawil pun dikenal sebagai tokoh yang mampu menjaga harmoni kehidupan antarumat beragama. 

"Kiprah beliau (Ki Arsyad Thawil) juga salah satunya melalui Yayasan Damai Sentosa yang didirikan olehnya sendiri," terang Mufti.

Sebagai koordinator tim yang ditunjuk Pemkot Cilegon untuk menelusuri kiprah para tokoh Geger Cilegon, Prof Mufti Ali, beserta tim sudah menelusuri jejak para tokoh tersebut hingga ke Manado.

Menurutnya, sudah lebih dari sepekan tim berada di Manado untuk mencocokkan data yang diperolehnya dari Belanda dengan kondisi di lapangan.

“Kami membawa beberapa dokumen seperti koran dan arsip dari Belanda. Termasuk peta Manado dan Minahasa di masa kolonial atau saat Ki Arsyad Thawil dibuang ke Manado. Bukti ini akan saya akurkan dengan kondisi di lapangan,” tuturnya.

Mufti menjelaskan, setelah menyelesaikan tugas di Manado, pada Rabu 15 Februari 2023 pihaknya akan melakukan rapat persiapan pengusulan gelar pahlawan nasional untuk Ki Arsyad Thawil dan  Wasyid di UIN SMH Banten.

"Nanti rapat tersebut juga akan dihadiri perwakilan dari Pemkot Cilegon dan Pemprov Banten," ucapnya.

Setelah itu, pada 1-8 April 2023, Mufti juga akan terbang ke Den Haag, Belanda, untuk mengejar arsip yang tidak bisa di akses melalui internet.

“Ada beberapa dokumen lagi yang sedang kami upayakan. Mohon doanya agar rencana mulia Pemkot Cilegon dan masyarakat ini bisa terwujud,” ungkap Guru Besar Sejarah Pemikiran Islam UIN SMH Banten itu.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait