Layanan Air Bersih di DKI Jakarta Tidak Maksimal, Ini Kata Dirut PAM Jaya
TitikKata.com- Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin buka suara terkait beberapa wilayah di DKI Jakarta yang layanan air bersihnya tidak maksimal.
Ditemui TitikKata di Bengkel Jurnalistik DKI Jakarta, Selasa (27/2/2024), Arief Nasrudin membeberkan alasannya.
"Jadi sebenarnya air itu 24 jam tapi dimalam hari pengaturan lalu lintasnya didalamnya ada tekanan dan kemudian volume, jadi kenapa di titik tertentu yang mbak datang itu gak sampai karena tekanannya kita kurangi, sebenarnya airnya gak berhenti. Nah kenapa harus dikurangi? Karena gak digunakan. Nah semakin air tidak digunakan semakin bocor. Karena pipa kita usianya sudah lebih dari bervariatif dari mulai 101 tahun menuju ke 0 tahun. Usia PAM JAYA kan sudah 101 tahun, tahun ini 102 tahun. Jadi kalau kemudian pipanya gak kita perbaiki, airnya tetap kita alirkan dan tidak digunakan otomatif NRWnya besar,"katanya dalam agenda bertajuk Setahun PAM JAYA Reborn: Peningkatan Layanan versus Harga Murah Air Bersih Perpipaan, pada Selasa (27/2/2024).
"Nah itulah gunanya kenapa reservoir komunal itu (tempat penampungan air skala besar) kita kerjakan. Jadi di titik-titik tertentu yang memang pipanya sudah tua terpaksa malam harinya kita isi dengan reservoir komunal itu. Airnya kita masukkan ke reservoir komunal supaya airnya mengalir, memang sayangnya belum semua titik kita bangun reservoir komunal. Jadi ketika kemudian satu wilayah itu malamnya mati bukan mati karena tekanan tidak kita pakai dengan tekanan siang, jadi airnya gak sampai menuju kesana,"tambahnya.
Sementara itu, Ketua Subkelompok Perencanaan Bidang Geologi, Konservasi Air Baku dan Penyediaan Air Bersih Dinas SDA DKI Jakarta Elisabeth Tarigan mennjelaskan pandangannya.
"Saya ingin menambahkan sedikit prinsipnya supaya bisa dimengerti seperti saya dirumah ada toren ada kran banyak ada tiga lantai, kamar mandi saya gak dapat padahal tekanannya sama dari toren seperti itu. Jadi harus dibantu dengan pompa buster, tapi pompela buster itu gak bisa nyala terus-terusan pecah nanti pipahnya. Sementara dikeluarin itukan tekanan didorong terus itu yang menyebabkan pecah dan bocor itu yang tadi bapak maksud. Sehingga harus dimatiin akibatnya saya gak dapat air di ujung, seakan-akan tidak dapat air atau sangat kecil sekali. Itu lah yang dimaksud pengaturan lalu lintas air itu, bahwa ada jam-jam tertentu dimana orang seharusnya tidak beraktifitas malam-malam sehingga tidak butuh air banyak, jadi dikurangin. Nah tapi diantaranya itu supaya saya bisa makai gimana, kita punya bak kadang-kadang dirumah gak semuanya pakai shower nah ditampunglah biarpun kecil dibuka krannya, sehingga pagi-pagi baknya penuh langsung bisa dipakai. Nah itulah reservoir komunal,"katanya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS