Loading...

Legislator Dorong Komunitas Taman Bacaan Masyarakat Entaskan Buta Huruf Tinggi di Pandeglang

Legislator Dorong Komunitas Taman Bacaan Masyarakat Entaskan Buta Huruf Tinggi di Pandeglang
Program Pembinaan Literasi Generasi Muda di Pandeglang. Foto: Saefulloh
Reporter: Saefulloh | Editor: Tama

TitikKata.com-Program pembinaan literasi pada generasi muda yang digagas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikbudristek dengan komisi X DPR RI, diharapkan mampu menekan angka buta huruf yang tinggi di wilayah Kabupaten Pandeglang. Tercatat, angka buta huruf di wilayah Kabupaten Pandeglang paling tinggi dari kabupaten kota lain di Banten.

Anggota Komisi X DPR RI, Ali Zamroni, saat ditemui TitikKata, dalam acara program pembinaan literasi di Hotel Horison Altama, Pandeglang, Rabu (17/5/2023) menyebutkan angka buta huruf di Pandeglang masih angka 4 persen lebih, hal itu justru berbeda dengan angka buta huruf di kabupaten kota di Banten seperti Tangerang yang hanya menyentuh diangka satu persen. 

Sehingga Pandeglang menepati urutan ke delapan dari kabupaten kota di Banten, disusul dengan Kabupaten Lebak yang berada di posisi ke tujuh. Meski diakuinya angka buta huruf dialami oleh orang dengan usai 50 tahun keatas.

"Kalau data yang saya peroleh itu usianya uzur 50 tahun ke atas dan memang ini juga kaitannya dengan pendidikan. Jadi saya sampaikan minat baca itu harus dilakukan sedini mungkin dengan berbagai macam-macam," kata Ali.

Ali berharap kebiasaan membaca perlu mendapat perhatian serius di kalangan masyarakat agar terciptanya budaya membaca. Tentu saja, diperlukan adanya perlakuan khusus bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah, yaitu dengan pembinaan literasi generasi muda.

Sementara Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten Dody Kristian, menjelaskan angka buta huruf di Pandeglang tinggal menyisakan 4 persen yang berasal dari kalangan hampir lanjut usia. Sedangkan angka melek huruf sudah mencapai 95 persen. Untuk memberantas buka huruf di Pandeglang, pihaknya berharap ada sinergi dari Taman Baca Masyarakat (TBM) di wilayah masing-masing. 

"Yang lebih dekat dan kami berharap bisa bersinergi dari temen-temen taman bacaan karena mereka lebih tahu kondisi disekitarnya agar memberikan pendampingan kepada masyarakat yang belum melek aksara," tandasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait