Melenceng Dari Misi Sekolah Unggulan, Dindikbud Banten Dianggap Tak Memiliki Konsep Pendidikan
TitikKata.com - Pengamat Pendidikan meminta Pemerintah Provinsi Banten, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), agar secepatnya membuat konsep dan kajian yang jelas tentang keberadaan dan kondisi terkini sekolah model SMAN Cahaya Madani Boarding School (CMBBS). Sekolah unggulan di Provinsi Banten itu kini dinilai telah bergeser dari misi semula.
Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar, mengaku dirinya telah mengikuti perjalanan sekolah unggulan milik Pemprov yang digagas sejak 2003 silam. Namun konsep penataan CMBBS masih belum berjalan maksimal.
"Beberapa hal terakhir ini kita ingin terus giatkan, bila ada yang kurang nanti kita tingkatkan, kuatkan lagi," ujar Al Muktabar kepada TitikKata.com di Kota Serang, Selasa (14/2/2023).
Dia tak menapikan bahwa anggaran sarana dan prasarana CMBBS masih terbatas, sehingga beberapa bangunan di sekolah unggulan itu tidak terurus. Dengan kondisi saat ini, dia berjanji akan terus melakukan peningkatan fiber bagai lini.
"Nanti kita lihat sesuai dengan agenda dan kebutuhan dari pengembangan sekolah itu sendiri," katanya.
Al juga menegaskan bahwa evaluasi SMAN CMBBS akan dilakukan secara menyeluruh guna mengembalikkan kualitas sekolah unggulan di Provinsi Banten.
"Kan ada proses perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban dari apa yang telah dilaksanakan," turur Al.
Sebelumnya, kritikan tajam dilontarkan Pengamat Pendidikan, Eni Suhaeni, menurutnya, keberadaan SMAN CMBBS tidak sejalan denga ide dasar pembentukan sekolah unggulan tersebut.
"Pemprov Banten harus mereevaluasi konsep manajemen sekolah unggulan yang diinginkan di dalam ide dasarnya itu seperti apa, direevaluasi oleh Pemprov Banten," ucap Eni saat dihubungi TitikKata.com.
Menurut dia, ide dasar pembentukan CMBBS memberikan ikon kepada pemerintah tentang kualitas pendidikan unggul di Banten. Namun dalam perjalannya manajemen pengelolaan CMBBS yang menghabiskan anggaran miliaran tidak memiliki konsep dan arah tujuan yang benar-benar mencirikan sekolah unggul.
"Nah anggaran itu kan tidak digelontorkan begitu saja, harus dipertanggungjawabkan. Anggaran ini adalah anggaran masyarakat, anggaran seluruh rakyat Banten. Kalau memang sekolah akan menjadi icon dari Pemprov Banten pengelolaannya harus bener dong. Manajemen yang modern apalagi sekarang," ungkpanya.
Dengan tidak terurusnya CMBBS, dia menilai pemerintah tidak memiliki political well dalam menegakan pendidikan di Banten.
"Pemprov Banten tidak punya political well untuk menegakan pendidikan di Provinsi Banten dengan icon CMBBS," tegas dia.
Dijelaskan Eni, CMBBS akan menumbuhkan persoalan baru pendidikan di Banten, itu terjadi, kata dia, manjemen sekolah unggulan tidak terkonsep dengan baik.
"Jangan sampai anggaran miliaran yang digelontrokan tidak ada manfaatnya, tidak ada hasil yang bisa ditunjukan kepada masyarakat," terangnya.
Eni meyakini jika kualitas sarana dan prasarana CMBBS tidak segera diperbaiki maka wajah pendidikan Banten tercoreng.
Untuk itu, dia mendesak Pemprov Banten untuk segera mengambil kebijakan cepat untuk menata ulang SMAN CMBBS.
"Kalau seperti ini sarana dan prasarananya, siapa yang mau menyekolahkan anaknya ke sekolah seperti hutan," tandasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS